Beredar Kabar Seorang Pekerja Tewas dalam Ledakan di Proyek Waduk Bulango Ulu

Kapolres Bone Bolango, AKBP Supriantoro
Kapolres Bone Bolango, AKBP Supriantoro

NUSANTARA1.ID – Kecelakaan kerja di proyek pembangunan Waduk Bulango Ulu, Kecamatan Bulango Ulu, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo yang terjadi pada Selasa (6/5) menyebabkan seorang pekerja meninggal dunia.

Kapolres Bone Bolango, AKBP Supriantoro, mengungkapkan bahwa, saat pihaknya menerima informasi itu, langsung dilakukan respon cepat.

Upaya itu dilakukan dengan menurunkan tim identifikasi dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) untuk melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.

Bacaan Lainnya

“Informasi yang kami terima kemarin, bahwa terjadi kecelakaan kerja di lokasi proyek pembangunan Waduk Bulango Ulu, dengan korban meninggal dunia satu orang pekerja,” kata AKBP Supriantoro, Rabu (7/5) saat dikonfirmasi awak media.

Meski penyebab pasti belum diketahui secara rinci, polisi menduga korban tewas akibat insiden ledakan saat proses ‘blasting’ atau peledakan batu di area proyek.

Saat ini, pihaknya masih mendalami apakah ledakan tersebut terjadi karena kelalaian atau sesuai prosedur kerja.

AKBP Supriantoro, juga mengatakan bahwa berdasarkan informasi awal kejadian, korban berada dalam jarak dekat dari titik peledakan.

Kemudian, saat ledakan terjadi, korban diduga terjatuh ke bawah dan mengalami benturan keras yang menyebabkan kematiannya sebelum sempat mendapat penanganan medis.

“Informasi yang kami terima, korban meninggal satu orang. Kasus ini sedang dalam tahap penyelidikan, dan personel akan meminta keterangan dari para saksi maupun pihak terkait yang berhubungan dengan kegiatan proyek pembangunan Waduk Bulango Ulu,” ungkapnya.

Selain itu, diketahui korban dikabarkan tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) saat kejadian berlangsung.

Proyek pembangunan Waduk Bulango Ulu sendiri tengah dikebut oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II dan masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).

Sebagai informasi, bendungan itu dibangun dengan kapasitas tampung hingga 84,10 juta meter kubik, dan dibangun dengan anggaran sebesar Rp 2,42 triliun, serta dirancang sebagai infrastruktur multifungsi untuk mendukung ketahanan air dan pertanian di wilayah Provinsi Gorontalo. (*)

Pos terkait