Pemerintah Tracking Malaria, Sasar Keluarga Pekerja Tambang di Batudaa

Pemerintah Kecamatan Batudaa bersama Puskesmas melakukan tracking ke warga masyarakat Batudaa. [foto:dok/kominfo]
Pemerintah Kecamatan Batudaa bersama Puskesmas melakukan tracking ke warga masyarakat Batudaa. [foto:dok/kominfo]

NUSANTARA1.ID – Guna mencegah penyakit mewabah, keluarga pekerja tambang di delapan desa se-Kecamatan Batudaa menjadi sasaran pemeriksaan dan tracking malaria oleh pemerintah bersama Puskesmas Batudaa.

Langkah ini merupakan tindak lanjut Instruksi Bupati Gorontalo tentang penanggulangan peningkatan kasus malaria dan hasil rapat koordinasi penanganan malaria pada, Jumat 25 September 2026.

Camat Batudaa Bastian Bahuwa mengatakan tracking telah dimulai Kamis 24 September 2026 di Desa Payunga dengan melibatkan pemerintah kecamatan, Puskesmas Batudaa, Polsek Batudaa dan pemerintah desa.

Bacaan Lainnya

Pemeriksaan CKG dan tracking malaria selanjutnya berlangsung 26–30 September 2026. Sasaran utamanya adalah anggota keluarga pekerja yang berada di lokasi pertambangan.

“Sabtu 26 September dilaksanakan di Desa Barakati. Hari Minggu di Desa Huntu, Pilobuhuta dan Iluta,” kata Bastian.

Jadwal berikutnya, pemeriksaan di Desa Bua pada Senin 28 September 2026, Ilohungayo Selasa 29 September 2026, dan Dunggala Rabu 30 September 2026. Pada Minggu 27 September 2026, pemeriksaan berlangsung di Huntu dan Pilobuhuta mulai pukul 09.00 Wita hingga selesai, kemudian dilanjutkan di Iluta pukul 14.30 Wita.

Dalam penanganan tersebut, camat berperan menggerakkan masyarakat dan memperkuat penyisiran kasus. Sementara puskesmas melakukan diagnosis, pengobatan, pencegahan, serta penyelidikan epidemiologi terhadap kasus yang ditemukan. (*)

Pos terkait