NUSANTARA1.ID – Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Kabupaten Gorontalo pada Rabu 11 Juni 2025, memanas. Ini terjadi ketika Anggota DPRD Ramsi Sondakh mempertanyakan langkah yang telah diambil Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo, Titi Nur, terkait insiden penodongan yang terjadi di lingkungan kantornya.
Dalam RDP yang dipimpin Ketua Komisi IV, Jayusdi Rivai, Ramsi dengan nada tinggi menyoroti lemahnya respons pimpinan dalam menangani persoalan yang sempat viral di masyarakat.
“Ibu sebagai pimpinan di tempat itu, apa yang sudah ibu lakukan dalam mengatasi masalah yang sempat viral? Jika itu pistol benar, apa jadinya kalau sampai terjadi baku tembak di antara staf ibu,” ujar Ramsi.
Ia juga menyayangkan adanya keterlibatan pihak luar dalam insiden yang melibatkan staf internal ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo. Ramsi menilai hal tersebut mencoreng citra birokrasi dan tidak mencerminkan etika pemerintahan yang profesional.
“Kasihan Bupati dan Wakil Bupati yang baru saja terpilih, tapi sudah ada insiden perkelahian antar staf, diperparah dengan adanya orang luar yang masuk. Harusnya, secara etika birokrasi, pimpinan instansi sudah mengambil tindakan tegas, bukan hanya sekadar mengundang rapat,” tegasnya.
Ramsi juga mengutip pernyataan Asisten III Sekretariat Daerah, yang mengingatkan agar persoalan kantor tidak dibawa ke rumah, dan sebaliknya.
“Agar semua berjalan sesuai tupoksinya secara profesional,” tambahnya.
RDP tersebut digelar untuk mendalami latar belakang insiden penodongan yang menimpa Kasubag Keuangan Dinas Sosial, Zainudin Hutoti, pada Rabu (4/6). Dalam kejadian itu, seorang pihak luar berinisial RK diduga terlibat langsung dalam aksi pengancaman di lingkungan kantor tersebut.
Selain Ketua Komisi IV dan Ramsi Sondakh, RDP juga dihadiri oleh anggota lainnya yakni Irman Mooduto, Noval Gani, dan Jawardi Mamu dari Fraksi Nasdem. Sementara dari pihak Dinas Sosial hadir Plt. Kepala Dinas Titi Nur serta Kasubag Kepegawaian Nurjanah.
Sempat terjadi ketegangan menjelang akhir rapat, ketika Ramsi dari Fraksi Gerindra kembali menekankan pentingnya ketegasan pimpinan dalam menjaga stabilitas dan etika kerja di lingkungan ASN. (**)
![004 RDP Komisi IV RDP Komisi IV DPRD Kabupaten Gorontalo. [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2025/06/004-RDP-Komisi-IV.jpg)
![001 Komisi III Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo meninjau akses penyeberangan di dusun I Desa Modelidu. [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/001-Komisi-III-200x112.jpg)
![Jayusdi Rivai Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, Jayusdi Rivai. [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2025/04/Jayusdi-Rivai-200x112.jpg)
![007 PENAS PDAM Rapat Kerja Komisi II DPRD bersama mitra kerja terkait. [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/007-PENAS-PDAM-200x112.jpg)
![006 Demo Ketua BK DPRD Kabupaten Gorontalo, Irman Mooduto. [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/006-Demo-200x112.jpg)
![Soedeson Tandra Anggota Komisi III DPR, Soedeson Tandra [foto:dok/fraksi golkar]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/Soedeson-Tandra-200x112.jpeg)
![005 Literasi Ketua DPRD Zulfikar Usira saat memberikan sambutan sosialisasi penelusuran naskah kuno di ruang dulohupa. [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/005-Literasi-200x112.jpg)

