Zulfikar Usira Dorong Penelusuran Naskah Kuno yang Dinilai Mahal

Ketua DPRD Zulfikar Usira saat memberikan sambutan sosialisasi penelusuran naskah kuno di ruang dulohupa. [foto:juna/nusantara1]
Ketua DPRD Zulfikar Usira saat memberikan sambutan sosialisasi penelusuran naskah kuno di ruang dulohupa. [foto:juna/nusantara1]

NUSANTARA1.ID — Penelusuran naskah kuno di Kabupaten Gorontalo tidak hanya dipandang sebagai upaya pelestarian budaya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi yang perlu dijaga dan dimanfaatkan secara bijak.

Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Zulfikar Usira, menegaskan bahwa manuskrip kuno memiliki nilai yang “mahal”, bahkan dapat melampaui nilai benda koleksi lain seperti uang kuno yang saat ini banyak diburu kolektor.

“Kalau uang kuno saja hari ini dicari dan harganya mahal, apalagi naskah kuno. Ini jauh lebih bernilai karena memuat sejarah dan identitas daerah,” ujar Zulfikar saat sosialisasi penelusuran naskah kuno di Ruang Dulohupa, Selasa 7 April 2026.

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, nilai naskah kuno tidak hanya terletak pada aspek historis, tetapi juga pada kelangkaan dan keunikan isi, seperti penggunaan bahasa daerah, tulisan tangan asli, hingga perpaduan aksara yang menjadi ciri khas Gorontalo.

Menurut Zulfikar, sejumlah manuskrip yang masih tersimpan di masyarakat termasuk yang diduga berasal dari abad ke-19 berpotensi memiliki nilai tinggi jika didokumentasikan dan diteliti secara serius.

Karena itu, DPRD mendorong agar program penelusuran tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut menjadi program berkelanjutan yang didukung anggaran, baik dari pusat maupun daerah.

“Ini bukan sekadar kegiatan, tapi investasi budaya. Kalau dikelola dengan baik, manfaatnya besar untuk daerah dan generasi mendatang,” katanya.

Selain itu, ia menilai pelestarian naskah kuno juga dapat membuka peluang pengembangan sektor pendidikan dan pariwisata berbasis budaya, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.

Zulfikar juga mengajak masyarakat yang memiliki dokumen lama untuk ikut berpartisipasi dalam penelusuran, dengan tetap menjaga kepemilikan namun memungkinkan adanya dokumentasi atau duplikasi untuk kepentingan arsip daerah.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengidentifikasi dan mendokumentasikan warisan budaya Gorontalo yang tersebar, dengan melibatkan berbagai pihak termasuk akademisi dan tokoh adat.

Melalui pendekatan ini, naskah kuno diharapkan tidak hanya terselamatkan sebagai arsip sejarah, tetapi juga memiliki nilai tambah yang dapat dimanfaatkan secara luas tanpa menghilangkan keaslian dan maknanya. (*)

Pos terkait