Hunian Hotel Berbintang Anjlok, Tamu Lebih Suka Hotel Nonbintang

Grand Q Hotel, salah satu hotel berbintang di Gorontalo. [foto: fikarbuntuan/nusantara1]
Grand Q Hotel, salah satu hotel berbintang di Gorontalo. [foto: fikarbuntuan/nusantara1]

NUSANTARA1.ID – Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Gorontalo turun tajam pada Juli 2025.

BPS Provinsi Gorontalo melaporkan TPK hanya 36,10 persen, merosot 8,34 poin dari bulan sebelumnya yang mencapai 44,44 persen.

Plt. Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Dwi Alwi Astuti, menjelaskan bahwa penurunan ini menunjukkan adanya perlambatan pergerakan wisatawan.

Bacaan Lainnya

“Jika dibandingkan rata-rata nasional yang mencapai 52,77 persen, TPK hotel berbintang di Gorontalo masih relatif rendah. Hal ini menjadi catatan penting bagi sektor pariwisata daerah,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Senin, 1 September 2025.

Rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang juga mengalami penurunan dari 1,54 malam pada Juni menjadi 1,51 malam di Juli. Meski tipis, tren ini menunjukkan turunnya daya tarik wisatawan.

Menariknya, hotel nonbintang justru mencatat peningkatan dengan TPK 15,12 persen, serta rata-rata lama menginap 1,14 malam.

Secara spasial, data BPS menunjukkan TPK hotel di Kabupaten Gorontalo naik tipis, sedangkan Pohuwato dan Kota Gorontalo justru mengalami penurunan.

Kota Gorontalo, yang menjadi pusat aktivitas bisnis dan pemerintahan, tercatat hanya 22,52 persen, turun dari 24,57 persen pada Juni.

Di tingkat nasional, Bali tetap menjadi destinasi dengan tingkat hunian tertinggi sebesar 67,57 persen, sedangkan Papua Pegunungan mencatatkan angka terendah hanya 16,85 persen. (*)

Pos terkait