Sambut Tiga Malam Akhir Ramadan, Mahasiswa Teknik UNG Siapkan Tumbilotohe

Persiapan Tumbilotohe di kampus 4 UNG. [foto:ist]
Persiapan Tumbilotohe di kampus 4 UNG. [foto:ist]

NUSANTARA1.ID – Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mulai mempersiapkan pelaksanaan tradisi Tumbilotohe di area Kampus 4, tepatnya di halaman depan Perpustakaan, Senin 16 Februari 2026.

Sejak pagi hingga siang hari, sejumlah mahasiswa terlihat bekerja bersama menyusun dan memasang rangka bambu yang akan menjadi bagian dari dekorasi kegiatan. Beberapa rangka dibentuk menyerupai lorong panjang, sementara lainnya dirancang sebagai gerbang masuk menuju area utama acara.

Selain itu, tiang-tiang bambu kecil juga mulai ditancapkan di beberapa titik lapangan. Nantinya, tiang tersebut akan digunakan sebagai tempat lampu yang akan dinyalakan pada malam kegiatan.

Bacaan Lainnya

Di bagian depan lokasi, sebuah gerbang bambu berukuran besar sudah berdiri menghadap jalan utama kampus. Sementara di sisi lain kawasan, panitia juga menyiapkan panggung serta area khusus bagi tamu undangan yang akan hadir saat acara berlangsung.

Sekretaris panitia kegiatan, Dieva Pobela, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan mahasiswa Fakultas Teknik yang rutin digelar setiap Ramadan.

Menurutnya, kegiatan tahun ini mengangkat tema “Bukti Cahaya Tradisi yang Tak Pernah Padam”. Tema tersebut diambil dari nama angkatan mahasiswa 2025 yang menjadi pelaksana kegiatan.

Ia menjelaskan bahwa berbagai elemen dekorasi disiapkan untuk mendukung konsep acara, mulai dari gerbang bambu, maskot kegiatan, tonggolo opo, panggung utama, hingga beberapa spot foto bagi pengunjung.

Persiapan kegiatan telah dilakukan sekitar satu bulan terakhir dengan melibatkan puluhan mahasiswa. Secara keseluruhan, jumlah panitia yang terlibat mencapai sekitar 100 orang.

Pada malam pelaksanaan nanti, panitia berencana memasang sebanyak 2.025 lampu yang akan dinyalakan secara bersamaan di area kegiatan. Jumlah lampu tersebut menyesuaikan dengan identitas angkatan mahasiswa yang menjadi penyelenggara.

Kegiatan penyalaan lampu dijadwalkan berlangsung setelah salat tarawih. Selain prosesi utama tersebut, acara juga akan diisi dengan sejumlah penampilan hiburan seperti tarian tradisional Gorontalo, musik, serta penampilan band mahasiswa.

Panitia juga membuka kegiatan tersebut bagi masyarakat yang ingin datang menyaksikan langsung suasana malam Tumbilotohe di lingkungan kampus.

Untuk mendukung kelancaran acara, panitia telah mengurus perizinan serta melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian agar kegiatan dapat berlangsung dengan aman dan tertib.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap tradisi Tumbilotohe tetap dikenal dan terus dilestarikan oleh generasi muda di Gorontalo. (*)

Pos terkait