NUSANTARA1.ID – Banjir yang melanda Kota Gorontalo telah melumpuhkan pusat perekonomian kota ini.
Hujan deras yang terus mengguyur selama beberapa hari terakhir menyebabkan banyak toko, apotek, dan tempat makan terpaksa tutup, sehingga aktivitas ekonomi menjadi terhenti.
Hujan yang turun tanpa henti telah menyebabkan genangan air yang tinggi di berbagai kawasan kota.
Dimana, Jalan-jalan utama terendam air, membuat mobilitas warga menjadi sangat sulit.
Warga yang biasanya beraktivitas di pusat kota kini harus bertahan di rumah, bahkan sebagian harus mengungsi.
Banjir ini berdampak signifikan pada kehidupan sehari-hari warga. Pusat-pusat perbelanjaan yang biasanya ramai kini tampak kosong.
Bahkan, pedagang kaki lima yang menggantungkan hidup dari penjualan harian tidak dapat berjualan.
Sejumlah pedagang mengevakuasi barang dagangannya agar tak terendam air.
Selain menghambat pendapatan mereka, warga juga kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok. (*)



![003 STN Bone Bolango Sekda Bone Bolango, Iwan Mustapa saat menyematkan tanda peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Nasional Terintegrasi di BPMP Provinsi Gorontalo, Senin 10 Agustus 2026. [foto:dok/indra/diskominfo]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/08/003-STN-Bone-Bolango-200x112.jpeg)
![Evakuasi Warga Komando Operasi Harus Berhasil Maksimal (Koops TNI Habema) mengirimkan prajurit untuk menembus Distrik Ugimba, Intan Jaya, Papua Tengah pada Minggu, 9 Agustus 2026 [foto:dok/Koops TNI Habema]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/08/Evakuasi-Warga-200x112.jpeg)
![005 Bantuan Perikanan Penyerahan bantuan secara simbolis diserahkan langsung oleh Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, di Kantor Desa Hulawa, Kecamatan Telaga, Sabtu 8 Agustus 2026. [foto:dok/kominfo]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/08/005-Bantuan-Perikanan-200x112.jpg)
![Transportasi Penas Para penyedia jasa transportasi PENAS usai melapor di Kejari Gorontalo. [foto:dok/ist]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/08/Transportasi-Penas-200x112.jpg)

