NUSANTARA1.ID – Banjir yang melanda Kota Gorontalo telah melumpuhkan pusat perekonomian kota ini.
Hujan deras yang terus mengguyur selama beberapa hari terakhir menyebabkan banyak toko, apotek, dan tempat makan terpaksa tutup, sehingga aktivitas ekonomi menjadi terhenti.
Hujan yang turun tanpa henti telah menyebabkan genangan air yang tinggi di berbagai kawasan kota.
Dimana, Jalan-jalan utama terendam air, membuat mobilitas warga menjadi sangat sulit.
Warga yang biasanya beraktivitas di pusat kota kini harus bertahan di rumah, bahkan sebagian harus mengungsi.
Banjir ini berdampak signifikan pada kehidupan sehari-hari warga. Pusat-pusat perbelanjaan yang biasanya ramai kini tampak kosong.
Bahkan, pedagang kaki lima yang menggantungkan hidup dari penjualan harian tidak dapat berjualan.
Sejumlah pedagang mengevakuasi barang dagangannya agar tak terendam air.
Selain menghambat pendapatan mereka, warga juga kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok. (*)

![011 Rapat Air Bersih Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi saat memimpin rapat evaluasi penanganan kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan di Ruang Dulohupa,, Selasa 29 September 2026. [foto:dok/humas]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/09/011-Rapat-Air-Bersih-200x112.png)
![KM Virgo Operasi SAR KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa.[foto:dok/afo/handout/basarnas]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/09/KM-Virgo-200x112.jpeg)
![018 Sekda Sekda Bone Bolango, Iwan Mustapa saat menjadi pembina apel di SDN 5 Tilongkabila, Senin 28 September 2026. [foto:dok/humas]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/09/018-Sekda-200x112.jpeg)
![017 Sekda Bantuan Sekda Bone Bolango, Iwan Mustapa di pasar murah di Lapangan Kantor Camat Bulango Selatan, Senin 28 September 2026. [foto:dok/prokopim]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/09/017-Sekda-Bantuan-200x112.jpeg)


