Pastikan Kondisi Warga di Musim Kemarau, Komisi I Kunjungi Desa Huidu Utara

Jajaran Komisi I saat kunjungan ke Desa Huidu Utara, Limboto Barat. [foto:dok/humas]
Jajaran Komisi I saat kunjungan ke Desa Huidu Utara, Limboto Barat. [foto:dok/humas]

NUSANTARA1.ID – Guna memastikan kesiapan pemerintah desa dalam menghadapi dampak musim kemarau, khususnya terkait ketersediaan air bersih dan pencegahan kebakaran, Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, melakukan kunjungan lapangan ke Desa Huidu Utara, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, Rabu 19 Agustus 2026.

Kunjungan dipimpin Ketua Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo Fadli Poha, bersama anggota komisi I dan Sekretaris DPRD Provinsi Gorontalo, dan diterima Kepala Desa Huidu Utara Waner S.Taib. 

Pada kesempatan itu, Kades Huidu Utara mengatakan, desa yang dihuni sekitar 1.187 jiwa tersebut sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai petani. Menurut Waner, pemerintah desa telah mengambil langkah antisipasi menghadapi musim kemarau dengan mengimbau masyarakat menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran sembarangan.

Bacaan Lainnya

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak membakar sembarangan karena sekarang sedang musim kemarau,” kata Waner. Ia memastikan kebutuhan air bersih masyarakat Desa Huidu Utara hingga saat ini masih terpenuhi. Meski demikian, pemerintah desa tetap melakukan pemantauan sebagai langkah antisipasi apabila kondisi kemarau semakin berdampak terhadap sumber air.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I Sitti Nurain Sompie mengatakan, kunjungan tersebut penting untuk memastikan pelayanan dasar masyarakat tetap berjalan selama musim kemarau. “Alhamdulillah, kunjungan Komisi I di Desa Huidu Utara berjalan lancar. Kami memastikan kepada pemerintah desa bagaimana pemanfaatan dan ketersediaan air bersih untuk masyarakat,” ujar Sitti.

Dari hasil pemantauan, kata Sitti, kondisi ketersediaan air di tiga dusun di Desa Huidu Utara belum mengalami persoalan serius. Namun, pasokan air di Dusun III mulai mengalami penurunan dibandingkan Dusun I dan II.

“Kami mendapat informasi bahwa di Dusun I dan II air bersih masih bagus, sementara di Dusun III sudah mulai berkurang,” katanya.

Sitti mengatakan, kondisi tersebut perlu diantisipasi sejak dini. Jika nantinya kebutuhan air bersih masyarakat tidak lagi dapat dipenuhi dari sumber yang ada, pemerintah desa akan berkoordinasi dengan pihak PDAM untuk mendapatkan suplai air bersih. Meski demikian, ia berharap kondisi tersebut tidak sampai terjadi karena untuk saat ini kebutuhan masyarakat masih terpenuhi.

Komisi I juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Selain menjaga ketersediaan air, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran akibat kondisi lingkungan yang kering. Menurut Sitti, koordinasi antara pemerintah desa, pemerintah daerah dan pihak terkait harus terus diperkuat agar berbagai dampak musim kemarau dapat diantisipasi lebih awal.

“Kami berharap masyarakat lebih bijak menggunakan air bersih. Pemerintah desa juga harus terus memantau kondisi di lapangan agar jika terjadi kekurangan air, langkah penanganan bisa segera dilakukan,” harapnya. (*)

Pos terkait