NUSANTARA1.ID – Rencana pelaksanaan pacuan kuda di Desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo dipastikan tidak digelar tahun ini. Keputusan tersebut diambil akibat keterbatasan anggaran serta kondisi fasilitas yang belum memadai.
Hal itu disampaikan Kepala Desa Yosonegoro, Isa Amir Hanapi, saat diwawancarai awak media, Kamis 26 Maret 2026.
Isa menjelaskan, salah satu kendala utama adalah minimnya anggaran yang tersedia untuk mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima, anggaran yang disiapkan hanya berkisar Rp50 juta, bahkan sempat disebut hanya sekitar Rp15 juta.
“Dengan anggaran yang terbatas, tentu sulit untuk melaksanakan kegiatan pacuan secara resmi, apalagi kebutuhan operasionalnya cukup besar,” ujarnya.
Selain itu, ketidakjelasan kepanitiaan juga menjadi faktor penghambat. Ia menyebut hingga saat ini belum ada panitia yang terbentuk secara jelas untuk mengelola kegiatan tersebut, sehingga menimbulkan keraguan dalam penggunaan anggaran.
“Kalau tidak ada kepanitiaan yang jelas, tentu sulit untuk menjalankan kegiatan, termasuk dalam pengelolaan anggaran,” katanya.
Di sisi lain, kondisi fasilitas pacuan kuda juga dinilai belum layak. Sejumlah bagian lintasan dan pagar pembatas dilaporkan mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan.
“Pagar luar sudah banyak yang roboh, pagar dalam juga rusak, termasuk lintasannya yang perlu pembenahan. Ini tentu membutuhkan biaya tambahan,” jelas Isa.
Ia menambahkan, dengan kondisi tersebut, anggaran yang tersedia dinilai tidak akan mencukupi, terlebih jika harus dibagi untuk hadiah, operasional, serta perbaikan fasilitas.
Pemerintah desa, lanjut Isa, juga tidak pernah mengeluarkan pemberitahuan resmi terkait pelaksanaan pacuan kuda, baik skala lokal maupun lebih luas.
“Tidak ada informasi resmi dari pemerintah desa terkait pelaksanaan, baik tingkat lokal maupun lainnya,” tegasnya.
Dengan berbagai pertimbangan tersebut, pemerintah desa bersama pihak terkait akhirnya memutuskan untuk meniadakan kegiatan pacuan kuda pada tahun ini. Ke depan, diharapkan ada dukungan anggaran dan perbaikan fasilitas agar kegiatan tersebut dapat kembali dilaksanakan. (*)

![007 DWP Bone Bolango Ketua DWP Bone Bolango, Nurliana Iwan Mustapa saat menghadiri pelaksanaan Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Alun-Alun Bone Bolango, Senin 17 Agustus 2026. [foto:dok/onal/prokopim]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/08/007-DWP-Bone-Bolango-200x112.jpg)
![007 Tonny Terima Bendera Wakil Bupati Gorontalo, Tonny S. Junus saat menerima bendera Merah Putih pada Upacara Penurunan Bendera. [foto:dok/humas]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/08/007-Tonny-Terima-Bendera-200x112.png)
![Pendaki Bawakaraeng Proses evakuasi 8 pendaki Gunung Bawakaraeng oleh Tim SAR gabungan. [foto;dok/basarnas makasssar]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/08/Pendaki-Bawakaraeng-200x112.png)
![006 Irup Ismet Mile Bupati Bone Bolango, Ismet Mile saat menyerahkan bendera Merah Putih kepada Paskibraka untuk dikibarkan pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Alun-Alun Bone Bolango, Senin 17 Agustus 2026. [foto:dok/indra/diskominfo]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/08/006-Irup-Ismet-Mile-200x112.jpeg)
![006 Sofyan Irup Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi saat menyerahkan bendera Merah Putih kepada Paskibraka untuk dikibarkan pada upacara HUT Proklamasi. [foto:dok/kominfo]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/08/006-Sofyan-Irup-200x112.jpg)


