Warga Kalioso Manfaatkan Momentum Lebaran Ketupat dengan Produksi Dodol

Warga Kalioso mulai produksi dodol jelang Lebaran Ketupat. [foto:juna/nusantara1]
Warga Kalioso mulai produksi dodol jelang Lebaran Ketupat. [foto:juna/nusantara1]

NUSANTARA1.ID – Menjelang perayaan Lebaran Ketupat, warga Desa Kaliyoso, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo mulai meningkatkan produksi dodol sebagai sajian khas yang selalu hadir dalam tradisi tersebut, Kamis 26 Maret 2026.

Aktivitas pembuatan dodol terlihat dilakukan secara gotong royong di rumah-rumah warga. Sejumlah ibu rumah tangga tampak sibuk menyiapkan bahan, mengolah adonan, hingga membungkus dodol menggunakan daun.

Salah seorang pembuat dodol, Rostin Nusi, mengatakan proses pembuatan dodol membutuhkan campuran bahan yang cukup banyak, diantaranya gula merah, gula pasir, santan, susu, dan kacang.

Bacaan Lainnya

“Untuk satu kali produksi, biasanya kita gunakan gula merah sekitar 17,5 kilogram, ditambah gula pasir satu kilogram, kacang satu kilogram, dan susu sekitar satu liter,” ujarnya.

Menurutnya, dari komposisi tersebut dapat menghasilkan sekitar 350 hingga 500 potong dodol, tergantung ukuran yang dibuat. Proses pengolahan pun harus dilakukan dengan teliti agar menghasilkan tekstur dan rasa yang sesuai.

Selain bahan utama, daun pembungkus juga menjadi kebutuhan penting. Daun tersebut dibeli dengan harga sekitar Rp2 ribu per ikat dan kemudian digunakan untuk membungkus dodol sebelum disajikan atau dijual.

Rostin menambahkan, meningkatnya permintaan menjelang Lebaran Ketupat membuat warga mulai memperbanyak produksi. Dodol yang dihasilkan tidak hanya untuk konsumsi keluarga, tetapi juga dipasarkan kepada masyarakat.

“Kalau sudah dekat hari perayaan, biasanya permintaan meningkat, jadi produksi juga kita tambah,” katanya.

Tradisi pembuatan dodol ini menjadi bagian penting dalam perayaan Lebaran Ketupat di Gorontalo, sekaligus menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. (*)

Pos terkait