Penderita Kolesterol Boleh Konsumsi Ikan Asin, Ini Penjelasannya

Ilustrasi. Banyak yang takut, jika makan ikan asin berlebihan bisa terkena kolesterol [foto:dok]
Ilustrasi. Banyak yang takut, jika makan ikan asin berlebihan bisa terkena kolesterol [foto:dok]

NUSANTARA1.ID – Ikan asin menjadi salah satu lauk yang akrab di lidah masyarakat Indonesia. Rasanya gurih dan khas, membuat banyak orang sulit menolak. Namun, muncul pertanyaan, apakah penderita kolesterol boleh makan ikan asin?

Kebingungan ini wajar. Penderita kolesterol memang perlu lebih selektif dalam memilih makanan. Konsumsi yang tidak tepat bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam darah dan berdampak pada kesehatan jantung.

Ikan asin pun kerap masuk daftar makanan yang dicurigai. Kandungan garamnya yang tinggi dianggap bisa memperburuk kondisi kesehatan, termasuk bagi penderita kolesterol.

Bacaan Lainnya

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, penting memahami apa itu kolesterol.

Mengutip Cleveland Clinic, kolesterol adalah zat lemak yang secara alami terdapat dalam tubuh dan berperan penting dalam berbagai fungsi. Tubuh memproduksi kolesterol sendiri, terutama di hati serta mendapatkannya dari makanan.

Kolesterol dibutuhkan untuk membentuk dinding sel, memproduksi hormon, membantu pencernaan melalui pembentukan cairan empedu, hingga berperan dalam pembentukan vitamin D.

Dalam darah, kolesterol terbagi menjadi dua jenis utama, yakni LDL dan HDL.

LDL dikenal sebagai kolesterol ‘jahat’ karena dapat menumpuk di pembuluh darah jika kadarnya berlebih. Penumpukan ini berisiko menyebabkan penyumbatan. Sementara HDL disebut kolesterol ‘baik’ karena membantu mengangkut kelebihan kolesterol keluar dari darah.

Kolesterol tidak berbahaya selama kadarnya normal. Risiko kesehatan muncul ketika kadar LDL terlalu tinggi, yang dapat meningkatkan kemungkinan penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah.

Bolehkah makan ikan asin? Jawabannya, boleh, tetapi harus dibatasi.

Ikan asin sebenarnya tidak secara langsung meningkatkan kolesterol. Namun, kandungan garamnya yang tinggi perlu diwaspadai. Konsumsi garam berlebih dapat meningkatkan tekanan darah (hipertensi), yang menjadi faktor risiko penyakit jantung.

Artinya, penderita kolesterol masih boleh mengonsumsi ikan asin sesekali, selama porsinya kecil dan tidak terlalu sering. Jika memungkinkan, konsumsi sebaiknya dibatasi atau dihindari, terutama bagi yang juga memiliki tekanan darah tinggi.

Makanan yang sebaiknya dihindari

Dibanding ikan asin, ada sejumlah makanan lain yang justru lebih berisiko meningkatkan kadar kolesterol. Mengutip British Heart Foundation dan Mayo Clinic, berikut di antaranya:

  1. Daging merah dan olahan

Daging sapi, kambing, serta olahan seperti sosis mengandung lemak jenuh tinggi yang dapat meningkatkan LDL.

  1. Mentega dan lemak hewani

Termasuk margarin padat dan lemak hewan, yang dapat mempercepat penumpukan kolesterol di pembuluh darah.

  1. Minyak kelapa dan minyak sawit

Keduanya tinggi lemak jenuh. Penggunaan berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol.

  1. Produk susu tinggi lemak

Susu full cream, keju, dan krim sebaiknya dibatasi. Pilih versi rendah lemak sebagai alternatif.

  1. Makanan manis dan kue

Kue, biskuit, dan pastry umumnya tinggi lemak dan gula, yang tidak baik untuk kesehatan jantung.

  1. Cokelat berlebihan

Kandungan lemak dari cocoa butter dan susu bisa berdampak pada kolesterol jika dikonsumsi berlebihan.

  1. Gorengan dan makanan berlemak

Proses menggoreng membuat makanan menyerap banyak minyak, sehingga tinggi lemak jenuh.

Sebagai gantinya, penderita kolesterol disarankan memilih makanan yang lebih sehat seperti ikan segar, kacang-kacangan, alpukat, serta makanan tinggi serat.

Menjaga pola makan, rutin berolahraga, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan kunci utama untuk menjaga kadar kolesterol tetap stabil.

Jadi, ikan asin masih boleh dikonsumsi, tetapi bijak dalam jumlah dan frekuensi tetap menjadi kunci. (*)

Pos terkait