IPM dan Ekonomi Meningkat, Sofyan Puhi Optimistis Arah Pembangunan 2027

Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menyerahkan bantuan dari Kementerian Sosial. [foto:dok/humas]
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menyerahkan bantuan dari Kementerian Sosial. [foto:dok/humas]

NUSANTARA1.ID — Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Gorontalo Tahun 2027 yang dirangkaikan dengan pencanangan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026, Kamis 23 April 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Dilito Bapelitbangda Kabupaten Gorontalo itu digelar secara hybrid, menggabungkan kehadiran langsung dan partisipasi daring dari para pemangku kepentingan.

Dalam sambutannya, Sofyan menegaskan tema pembangunan Kabupaten Gorontalo tahun 2027 yakni “Memacu Ekonomi Rakyat, Meningkatkan Kualitas SDM Menuju Daya Saing Daerah.” Tema tersebut, menurutnya, menjadi arah strategis pembangunan yang berfokus pada pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

“Pembangunan tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga harus berkeadilan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,” ujar Sofyan.

Ia mengungkapkan, sejumlah indikator makro daerah menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 70,96 pada 2024 menjadi 71,54 pada 2025. Pertumbuhan ekonomi juga naik dari 4,42 persen menjadi 5,35 persen, sementara angka kemiskinan berhasil ditekan dari 16,43 persen menjadi 14,89 persen.

Meski demikian, Sofyan mengakui masih terdapat tantangan, terutama keterbatasan fiskal akibat penyesuaian anggaran. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat jika pembangunan belum sepenuhnya memenuhi harapan.

“Pemerintah daerah akan terus mencari solusi dan memastikan program tetap berjalan efektif serta memberikan manfaat nyata,” katanya.

Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, Bupati menekankan peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penggerak utama. Penguatan UMKM, kata dia, harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kapasitas produksi hingga perluasan akses pasar.

Selain itu, Sofyan juga menyinggung kesiapan Kabupaten Gorontalo sebagai tuan rumah Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (PENAS KTNA) XVII yang dijadwalkan berlangsung pada 20–25 Juni 2026. Kegiatan tersebut diperkirakan akan diikuti sekitar 30 ribu peserta dari seluruh Indonesia.

“Ini peluang besar untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya sektor UMKM, perdagangan, jasa, dan pariwisata,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati juga mencanangkan program Desa Cantik 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola data pembangunan hingga tingkat desa. Tiga desa yang ditetapkan dalam program tersebut yakni Desa Pantungo (Kecamatan Telaga Biru), Desa Tenggela dan Desa Tinelo (Kecamatan Tilango).

Ia berharap program ini mampu mendorong penyediaan data yang akurat dan berkualitas guna mendukung perencanaan pembangunan yang tepat sasaran.

Menutup sambutannya, Sofyan meminta seluruh perangkat daerah menyusun program yang fokus, berdampak langsung bagi masyarakat, serta menjaga konsistensi antara perencanaan dan penganggaran.

“Musrenbang ini harus menjadi forum strategis untuk memastikan kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (*)

Pos terkait