NUSANTARA1.ID — Seorang oknum Ibu Bhayangkari di Kabupaten Boalemo menjadi sorotan usai arisan yang dikelolanya macet, memicu keresahan warga Gorontalo hingga Sulawesi Tengah.
Dikabarkan, arisan ini semula menarik minat banyak warga karena menawarkan keuntungan berlipat ganda.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penyertaan modal mulai dari Rp500 ribu hingga Rp1 juta menjanjikan pencairan Rp5 juta hingga Rp10 juta per bulan bagi anggota yang namanya tercabut.
Namun belakangan, sejumlah anggota sempat mengaku tidak menerima keuntungan sesuai janji. Beberapa bahkan menyebut modal mereka tidak kembali. Sejumlah keluhan pun bermunculan di media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Wakapolres Boalemo, Kompol Afandi Nurkamiden, membenarkan adanya kejadian tersebut. Tetapi, ia menegaskan bahwa kasus ini bukan arisan bodong, melainkan arisan macet.
“Bukan arisan bodong, tapi arisan macet. Arisan biasa, bukan seperti yang beredar, modal Rp1 juta jadi Rp10 juta. Cuma dipotong administrasi. Macet karena ada anggota yang tidak membayar iuran,” jelas Afandi, saat ditemui, Kamis, 31 Juli 2025.
Afandi menambahkan, pihak pengelola arisan bahkan menyatakan akan bertanggung jawab untuk melunasi kewajiban kepada anggota.
“Yang bersangkutan berencana menjual rumah dan meminjam ke bank untuk menutup kekurangan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, macetnya arisan dipicu oleh beberapa anggota yang kabur dan tak lagi membayar.
Meski demikian, hingga kini belum ada laporan resmi yang masuk ke Polres Boalemo terkait dengan dugaan kasus tersebut.
“Sudah beredar di media sosial, tapi belum ada laporan resmi dari pihak yang dirugikan,” ungkapnya.
Sementara itu, dari penelusuran Nusantara1.id, sejumlah korban mengaku awalnya percaya kepada pengelola karena statusnya sebagai istri polisi.
Namun setelah pencabutan arisan pada 26 Juli 2025, ada anggota yang hanya menerima ponsel jadul dan uang Rp 300 ribu, jauh dari keuntungan yang dijanjikan.
Beberapa anggota yang kesal mulai bersuara di media sosial, namun kemudian menghapus unggahan mereka usai diduga mendapat tekanan. (*)

![Wamena Ilustrasi. Perang suku pecah di Wamena, Papua Pegunungan, belasan orang meninggal dunia [foto:dok]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/Wamena-200x112.png)
![Narkoba Polisi amankan 11 orang di kampung Narkoba, Samarinda [foto:dok/bareskrim]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/Narkoba-200x112.jpeg)

![Kejari Tahan1 Mantan anggota DPRD Kabupaten Gorontalo berinisial HRA, ditahan Kejari Gorontalo. [foto:ist]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/Kejari-Tahan1-200x112.jpg)
![Ilustrasi Kecelakaan Ilustrasi. Kecelakaan di Limboto Barat mengakibatkan seorang siswi meninggal dunia di tempat [foto:dok]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/Ilustrasi-Kecelakaan-1-200x112.jpg)


