PLN Nusantara Power Produksi Energi Hijau 245 GWh di Kuartal I 2026

Salah seorang karyawan PLN Nusantara Power melakukan monitoring pencampuran biomassa dengan batubara di PLTU Rembang [foto:dok/pln]
Salah seorang karyawan PLN Nusantara Power melakukan monitoring pencampuran biomassa dengan batubara di PLTU Rembang [foto:dok/pln]

NUSANTARA1.ID – Upaya PLN Nusantara Power dalam menghadirkan energi yang lebih bersih terus menunjukkan hasil positif. Melalui program co firing biomassa di pembangkit listrik tenaga uap, PLN NP berhasil memproduksi 245 Gigawatt hour (GWh) energi hijau sepanjang kuartal I 2026 dan capaian ini melampaui target sebesar 14,7 persen.

Program co firing biomassa menjadi salah satu strategi PLN NP dalam mendukung transisi energi nasional. Dengan memanfaatkan biomassa sebagai campuran bahan bakar pada PLTU, perusahaan dapat menekan emisi karbon sekaligus tetap menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.

Sepanjang 2025, co firing biomassa PLN NP telah beroperasi secara komersial di 25 PLTU. Dari program tersebut, PLN NP berhasil memproduksi energi hijau sebesar 1.041 GWh dan mencatatkan reduksi emisi karbon sebesar 1,17 juta ton CO2e.

Bacaan Lainnya

Tren positif tersebut berlanjut pada kuartal pertama 2026 melalui produksi 245 GWh energi hijau, dengan kontribusi pengurangan emisi karbon sebesar 286 ribu ton CO2e.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, mengatakan bahwa co firing biomassa merupakan solusi transisi energi yang realistis karena dapat diterapkan pada pembangkit eksisting secara bertahap.

“Co firing biomassa adalah salah satu bentuk nyata komitmen PLN Nusantara Power dalam mendukung transisi energi nasional. Kami mengoptimalkan aset pembangkit yang ada agar dapat menghasilkan energi yang lebih bersih, tetap andal, dan berkelanjutan,” ujar Ruly.

Menurut Ruly, keberhasilan cofiring di 25 PLTU menunjukkan bahwa langkah menuju pembangkitan rendah emisi dapat dilakukan secara konkret. Transformasi tersebut tidak hanya berdampak pada pengurangan emisi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui pengembangan ekosistem biomassa di berbagai daerah.

Program cofiring juga mendorong pemanfaatan sumber daya lokal, memperkuat rantai pasok biomassa, serta menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan pelaku usaha di sekitar wilayah operasi pembangkit.

“Produksi green energy dari cofiring terus tumbuh positif. Pada tahun 2025, produksi energi hijau meningkat 21,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini, PLN NP kembali mencatatkan awal yang baik dengan produksi 245 GWh pada kuartal pertama,” tambah Ruly.

PLN Nusantara Power akan terus memperkuat inovasi pembangkitan rendah emisi dan memperluas inisiatif transisi energi. Langkah ini menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung pencapaian target Net Zero Emissions Indonesia. (*)

Pos terkait