NUSANTARA1.ID – Dugaan kasus pemukulan yang melibatkan Kepala Desa (Kades) Buhu, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo terhadap salah satu warganya kini tengah ditangani pihak kepolisian.
Insiden tersebut terjadi pada Kamis (3/4) malam di Kantor Desa Buhu. Sehari setelah kejadian, keluarga korban melaporkan peristiwa itu ke Polsek Telaga pada Jumat (4/4).
Wakil Kapolsek Telaga, Ipda Darmawan, saat dikonfirmasi media pada Senin (14/4), membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari korban dugaan penganiayaan.
“Pihak Polsek telah menerima laporan dan kami dari Polsek Telaga telah membuat laporan polisi,” ujar Ipda Darmawan.
Ia menambahkan bahwa pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan korban telah dilakukan.
“Untuk para saksi-saksi dan korban kami sudah periksa,” ungkapnya.
Sementara itu, pihak kepolisian juga akan segera mengundang terduga pelaku untuk dimintai keterangan.
“Kalau terduga pelaku, secepatnya kami akan berikan undangan,” jelasnya.
Ipda Darmawan menegaskan bahwa kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
“Saat ini perkembangan kasusnya masih dalam rangka penyelidikan,” katanya.
Sebelumnya, penganiayaan tersebut diduga dipicu oleh ucapan korban, Djakaria Hasan (23), yang menyebut Kades memberikan janji palsu. Hal itu kemudian memicu amarah sang kades yang diduga menampar dan meninju perut Djakaria. (*)


![Buliying Ilustrasi. Kasus bullying kerap terjadi di lingkungan sekolah [foto:dok]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/Buliying-200x112.jpg)
![002 Konten Ditreskrimsus Polda Gorontalo, Kombes Pol Maruly Pardede saat memberi keterangan pers [foto:ist]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/002-Konten-200x112.jpg)

![Bandar Bandar Narkoba 'The Doctor' alias Charlie alias Andre Fernando saat ditangkap di Malaysia [fot:dok/tribrata]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/Bandar-200x112.jpeg)


