Pagar Beton di Tepi Jalan Ambruk, Rumah di Bawahnya Terancam

Pagar ambruk di Kelurahan Botu nyaris menimpa rumah warga. [foto:juna/nusantara1]
Pagar ambruk di Kelurahan Botu nyaris menimpa rumah warga. [foto:juna/nusantara1]

NUSANTARA1.ID – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Gorontalo dalam beberapa hari terakhir menyebabkan pagar beton di Kelurahan Botu, Kecamatan Dumbo Raya, roboh pada Selasa, 31 Maret 2026, sekitar pukul 14.00 WITA.

Pagar yang berada di tepi jalan tersebut ambruk dan jatuh ke area rumah warga yang posisinya tepat berada di bawah badan jalan. Beruntung, saat kejadian tidak ada warga di sekitar lokasi sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Warga setempat, Mardia Tahir, mengatakan robohnya pagar diduga akibat curah hujan tinggi yang membuat tanah di sekitar fondasi menjadi labil karena terus dialiri air.

Bacaan Lainnya

“Karena hujan deras terus, air mengalir, jadi pagar tidak kuat dan langsung roboh,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis, 2 April 2026.

Ia menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba pada siang hari. “Sekitar jam dua siang robohnya. Tidak ada orang disitu, hampir saja kalau ada yang lewat,” katanya.

Pagar beton yang roboh diketahui merupakan bangunan yang dibuat secara swadaya oleh pihak keluarga sebagai pembatas sekaligus penahan di tepi jalan. Namun, derasnya aliran air saat hujan membuat struktur tidak mampu bertahan.

Rumah warga yang berada tepat di bawah jalan membuat lokasi tersebut cukup berisiko apabila terjadi kejadian serupa, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.

Sementara itu, pada waktu berbeda, wilayah Gorontalo juga sempat merasakan getaran gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,3 yang berpusat di Sulawesi Utara. Kejadian tersebut tidak berkaitan langsung dengan robohnya pagar di Botu.

Hingga saat ini, kondisi pagar yang roboh masih berada di lokasi dan belum dilakukan perbaikan. (*)

Pos terkait