Polisi Amankan Dua Remaja Pelaku Panah Wayer di Gorontalo Utara 

Polres Gorontalo Utara. [foto:dok/humas]
Polres Gorontalo Utara. [foto:dok/humas]

NUSANTARA1.ID – Kepolisian Resor Gorontalo Utara mengamankan dua remaja yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan menggunakan panah wayer terhadap seorang warga di Kecamatan Tomilito. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis dini hari (1/1/2026) dan kini masih dalam tahap penyelidikan mendalam.

Melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Polres Gorontalo Utara menyatakan bahwa laporan kejadian baru diterima secara resmi pada Jumat 2 Desember 2026. Sejak laporan masuk, aparat langsung melakukan langkah penanganan terhadap para terduga pelaku.

“Kedua terduga pelaku sudah kami amankan dan saat ini masih menjalani proses pemeriksaan,” ungkap Kanit PPA Polres Gorut, IPDA Jalu Giellbay.

Bacaan Lainnya

Pihak kepolisian menegaskan bahwa kasus tersebut tetap diproses sesuai ketentuan hukum, meskipun pelaku masih berstatus anak di bawah umur.

“Penanganan perkara ini mengacu pada aturan yang berlaku. Kami ingin ada pembelajaran hukum agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” jelas IPDA Jalu.

Terkait informasi adanya upaya penyelesaian secara kekeluargaan, polisi menyatakan belum menerima dokumen atau permohonan resmi dari kedua belah pihak.

“Sampai saat ini belum ada pengajuan perdamaian secara formal ke pihak kepolisian,” katanya.

Dalam proses pendalaman perkara, penyidik mulai menemukan indikasi penyebab terjadinya aksi tersebut. Dari hasil pemeriksaan awal, kedua remaja itu diduga tidak sepenuhnya sadar saat kejadian berlangsung.

“Berdasarkan keterangan sementara, para terduga pelaku diduga berada dalam pengaruh minuman beralkohol,” ungkap IPDA Jalu.

Sebagaimana diketahui, korban dalam insiden ini adalah RP alias Rinton (40), warga Desa Dambalo. Ia mengalami luka akibat panah wayer saat mengendarai sepeda motor di wilayah Desa Molantadu. Korban sempat tidak sadarkan diri sebelum akhirnya mendapat penanganan medis di rumah sakit.

Hingga kini, Polres Gorontalo Utara masih terus mendalami motif serta kronologi lengkap kejadian tersebut. (*)

Pos terkait