Ini Alasan Polda Gorontalo Tahan 11 Mahasiswa Usai Gelar Unjuk Rasa

Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Desmont Harjendro. [foto:fikar/nusantara1]
Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Desmont Harjendro. [foto:fikar/nusantara1]

NUSANTARA1.ID – Polda Gorontalo mengamankan sejumlah mahasiswa usai aksi unjuk rasa yang digelar aliansi mahasiswa bertajuk Merah Putih September Hitam di Simpang Lima Telaga, Senin 1 September 2025.

Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Desmont Harjendro, membenarkan adanya penangkapan tersebut.

“Benar, ada beberapa mahasiswa yang kami amankan untuk dimintai keterangan,” ujarnya kepada awak media, Selasa 2 September 2025.

Bacaan Lainnya

Menurut Desmont, langkah tegas terpaksa diambil aparat karena aksi dinilai telah mengganggu ketertiban umum dan menutup akses jalan vital. Selain itu, bentrokan yang terjadi juga menyebabkan sejumlah fasilitas publik mengalami kerusakan.

11 mahasiswa yang masih ditahan polisi yakni:

* Mohamad Arif Hidayatullah Bina (Ketua IMM Gorontalo)

* Andi Taufik (IAIN Sultan Amai Gorontalo)

* Zulfebriadi Hariji (Universitas Muhammadiyah Gorontalo)

* Moh Fachry Botutihe (Universitas Negeri Gorontalo)

* Alisadiq Olii (Universitas Negeri Gorontalo)

* Jefriyanto Rahim (LLID)

* Fikran Pango (Universitas Muhammadiyah Gorontalo)

* Mohammad Fais Ponto (Universitas Negeri Gorontalo)

* Moh Umar (Universitas Negeri Gorontalo)

* Reyehan Liputo (Universitas Negeri Gorontalo)

* Mohammad Fajri (Universitas Negeri Gorontalo)

Sementara itu, tiga mahasiswa lain yang sebelumnya sempat diamankan, yakni Zakaria Pers, Masru Punu, dan Ramadan, telah dibebaskan. (*)

Pos terkait