Waspada Tsunami, Siswa di Kota Gorontalo Dipulangkan Lebih Cepat

Siswa SMA Negeri 1 Kota Gorontalo saat dipulangkan lebih awal dibandingkan dengan jadwal sekolah biasanya menyusul peringatan waspada gempa dan tsunami. Foto ini diambil pada Rabu 30 Juli 2025 sekira pukul 11.42 Wita. [foto:fikar/nusantara1].
Siswa SMA Negeri 1 Kota Gorontalo saat dipulangkan lebih awal dibandingkan dengan jadwal sekolah biasanya menyusul peringatan waspada gempa dan tsunami. Foto ini diambil pada Rabu 30 Juli 2025 sekira pukul 11.42 Wita. [foto:fikar/nusantara1].

NUSANTARA1.ID – Seluruh siswa di Kota Gorontalo dipulangkan lebih cepat usai adanya informasi dari BMKG terkait waspada terjadinya tsunami yang mengancam wilayah Kota Gorontalo, Rabu 30 Juli 2025.

Dari pantauan Nusantara1.id, salah satu sekolah yang memulangkan para siswa lebih awal adalah SMA Negeri 1 Kota Gorontalo.

Aurel, siswa kelas XII mengatakan hari ini mereka dipulangkan pukul 11.30 Wita, berbeda dengan jadwal biasanya.

Bacaan Lainnya

“Biasanya kalau hari Rabu begini kami nanti pulang 15.45 Wita, tapi hari ini lebih cepat,” ungkap dia.

Dirinya bahkan mengaku sangat khawatir usai mendapatkan informasi mengenai waspada terjadinya tsunami di Kota Gorontalo.

Hal serupa juga disampaikan Salsa, siswa lainnya di sekolah tersebut. Ia menyebut, biasanya di sekitar pukul 11.30 Wita mereka masih dalam waktu istirahat.

Akan tetapi, di hari yang cukup menggemparkan bagi masyarakat Gorontalo itu, para siswa harus dipulangkan lebih cepat.

“Biasa masih istirahat, tapi ini sudah pulang karena antisipasi adanya bencana,” ujarnya.

Ini juga terjadi di SMA 3 Kota Gorontalo, yang mana siswa dipulangkan lebih awal yakni pukul 11.00 Wita. Biasanya mereka pulang pada pukul 15.45 Wita.

Demikian juga di MTS Negeri 1 Kota Gorontalo yang mana mereka dipulangkan pada pukul 12.30 Wita. Padahal mereka biasanya pulang pada pukul 14.20 Wita.

Imbauan BMKG

Beberapa jam sebelumnya, BMKG mengeluarkan peringatan Waspada Tsunami menyusul gempa bumi berkekuatan M8,7 yang mengguncang pesisir timur Kamchatka, Rusia, pada Rabu, 30 Juli 2025 pukul 07.24 Wita.

Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 52,51° LU; 160,26° BT dengan kedalaman 18 km.

Gempa ini tergolong dangkal dan dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng di Palung Kurile-Kamchatka. Mekanisme gempa bumi teridentifikasi sebagai patahan naik (thrust fault).

Dampak gempa dirasakan di beberapa wilayah Pasifik dan berpotensi memicu tsunami di sejumlah negara termasuk Rusia, Jepang, Alaska, Filipina, Hawaii, dan Guam.

Sementara di Indonesia, BMKG menetapkan status Waspada Tsunami untuk sejumlah wilayah termasuk Gorontalo dengan perkiraan waktu tiba gelombang sebagai berikut:

Talaud – ETA 14:52:24 WITA

Kota Gorontalo – ETA 16:39:54 Wita

Halmahera Utara – ETA 16:04:24 WIT

Manokwari – ETA 16:08:54 WIT

Raja Ampat – ETA 16:18:54 WIT

Biak Numfor – ETA 16:21:54 WIT

Supiori – ETA 16:21:54 WIT

Sorong bagian Utara – ETA 16:24:54 WIT

Jayapura – ETA 16:30:24 WIT

Sarmi – ETA 16:30:24 WIT

BMKG mengimbau masyarakat di pesisir wilayah tersebut untuk tetap tenang namun segera menjauhi pantai sambil menunggu informasi resmi lanjutan. (*)

Pos terkait