September 2026 Pulau Dudepo Menyala, Rusli Habibie: Terima Kasih PLN

Kapal Tongkang memuat kabel yang nantinya digunakan untuk menghubungkan listrik ke Pulau Dudepo. Saat ini, kapal tersebut sudah di Pelabuhan Anggrek. [foto:dok/pln]
Kapal Tongkang memuat kabel yang nantinya digunakan untuk menghubungkan listrik ke Pulau Dudepo. Saat ini, kapal tersebut sudah di Pelabuhan Anggrek. [foto:dok/pln]

NUSANTARA1.ID – Anggota Komisi XII DPR RI, Rusli Habibie, mengapresiasi PLN dalam mendukung aspirasinya untuk menerangi Pulau Dudepo, Anggrek, Gorontalo Utara.

“Saya ucapkan terima kasih kepada PLN, tanggal 6 Juli nanti akan dilakukan pengerjaan kabel bawah laut. Pulau Dudepo Insya Allah akan menyala listriknya di bulan Agustus-September tahun 2026 ini. Insya Allah saya akan datang, dan mengundang Direktur Utama (Dirut) PLN untuk menyalakan lampu pertama di Dudepo,” tutur Rusli Habibie saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI dengan PLN di Jakarta, Kamis 2 Juli 2026.

Mantan Gubernur Gorontalo dua periode ini menjelaskan, untuk menerangi Pulau Dudepo, sebelumnya sudah dilakukan pemasangan gardu hubung di Anggrek dan Dudepo menyambungkan kabel bawah laut. Saat ini kapal yang membawa kabel dari Turki, sudah berlabuh di Anggrek Gorontalo, dan akan segera dilakukan pengerjaan pemasangan kabel bawah laut menuju Pulau Dudepo.

Bacaan Lainnya

Perjuangan politisi Partai Golkar ini dalam menerangi wilayah gelap di Gorontalo, tidak hanya di Dudepo. Sejak ia dilantik menjadi Anggota DPR RI pada tahun 2024 dan ditugaskan di Komisi XII DPR RI yang membidangi pertambangan dan energi. Rusli langsung bekerja memperjuangkan aspirasi Masyarakat Gorontalo di daerah yang belum teraliri listrik.

Daerah-daerah yang sudah diperjuangkan belum memiliki jaringan listrik yaitu, Desa Pinogu Kabupaten Bone Bolango, Kelurahan Pilolodaa Kota Barat Kota Gorontalo. Kemudian Desa Tangga Barito Dulupi, Kabupaten Boalemo dan Desa Dudepo, Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara.

“Pinogu, Pilolodaa Kota Barat dan Tangga Barito Dulupi sudah terealisasi. Sudah masuk jaringan tiang listrik kesana semua, alhamdulillah sudah menyala listrik di sana,” tutur Rusli Habibie.

Tak hanya itu, sejak tahun 2025 Rusli Habibie juga memperjuangkan rumah-rumah yang belum memiliki meteran listrik. Tahun 2025 berhasil diperjuangkan 2.500 rumah sudah teraliri listrik dan tahun 2026 ini ada 5000 rumah yang diperjuangkan Rusli Habibie.

“Listrik sudah menyala di rumah-rumah, tidak lagi gelap. Anak-anak bisa belajar dengan lampu di malam hari dan banyak keluarga bahagia rumahnya sudah terang,” kuncinya. (*)

Pos terkait