Rusli Habibie Desak PLN jujur Penyebab Pemadaman Listrik 

Anggota Komisi XII DPR RI Rusli Habibie. [foto:dok/tangkapan layar]
Anggota Komisi XII DPR RI Rusli Habibie. [foto:dok/tangkapan layar]

NUSANTARA1.ID – Anggota Komisi XII DPR RI Rusli Habibie, mendesak PLN jujur menjelaskan penyebab pemadaman bergilir di Pulau Jawa. 

Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, sebelumnya diberitakan penyebab pemadaman bergilir karena bahan baku Batu bara yang terganjal masalah Domestic Market Obligation (DMO) sehingga pengusaha tidak mau menjual kepada PLN dengan harga DMO tersebut.

Saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, dijelaskan karena kurangnya pasokan kalori menengah dan tinggi ke pembangkit Listrik PLN dan mitra-mitranya.

Bacaan Lainnya

“Pembahasan DMO, pembahasan suplai batu bara itu ramai sampai kemarin, ini mana yang benar ini. Dan ini sudah ramai di Masyarakat. Masalah batu bara ini jangan saling menuduh. Akui saja di ruangan ini supaya publik tahu karena apa, jangan setengah kamar,” tutur Rusli Habibie, saat RDP PLN dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Rabu 1 Juli 2026.

Mantan Gubernur Gorontalo dua periode ini juga mendesak, PLN menyelesaikan masalah kelistrikan ini sendiri, tanpa harus melibatkan Presiden. Masalah pemadaman listrik, harusnya sudah diantisipasi dan diselesaikan oleh jajaran PLN dengan para direkturnya hingga ke tingkat wilayah.

“Kasihan pak Presiden, ini harusnya urusan di bawah, bukan lagi urusan Presiden. Beliau itu urusannya banyak, urusan listrik sudah ada PLN. Kenapa Presiden harus urus Listrik, kasihan Presiden dan kasihan Menteri ESDM dan menteri lainnya jadi bulan-bulanan,” tegas Rusli Habibie.

Selain itu menurutnya, penekanan kepada PLN terkait masalah listrik ini, karena demi kepentingan masyarakat. Karena banyak kerugian yang dialami masyarakat, ketika terjadi pemadaman.

“Untuk Gorontalo alhamdulillah sampai saat ini tidak terjadi pemadaman. Tapi saya juga ada rumah di Cibubur, dan saya mengalami pemadaman listrik ini. Ini saya perjuangkan agar ada solusinya tidak terjadi lagi pemadaman listrik,” kuncinya. (*)

Pos terkait