Setelah Mangkrak Selama Tiga Tahun, Pembangunan Kanal Tanggidaa Dilanjutkan 

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail bersama Wakil Gubernur, Idah Syahidah Rusli Habibie, saat melakukan peletakan batu pertama dalam proyek lanjutan Kanal Tanggidaa, Senin 14 Juli 2025. [foto: fikar buntuan/nusantara1].
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail bersama Wakil Gubernur, Idah Syahidah Rusli Habibie, saat melakukan peletakan batu pertama dalam proyek lanjutan Kanal Tanggidaa, Senin 14 Juli 2025. [foto: fikar buntuan/nusantara1].

NUSANTARA1.ID — Proyek lanjutan Kanal Tanggidaa kini dilanjutkan Pemerintah Provinsi Gorontalo, usai tersandung kasus korupsi dan mangkrak selama tiga tahun.

Dalam waktu mangkrak itu, proyek ini kerap menuai sorotan publik lantaran banyak memengaruhi kondusifitas perputaran ekonomi hingga akses di sepanjang proyek yang terletak di Jalan HOS Tjokroaminoto, Kota Gorontalo.

Pembangunan proyek yang disokong dana Pemulihan Ekonomi Daerah (PEN) ini sudah dimulai sejak 2022 ini kembali dilanjutkan dengan menggunakan anggaran dari Daerah.

Bacaan Lainnya

Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie mengatakan bahwa upaya yang dilakukan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menyelesaikan proyek besar yang mangkrak itu.

Dengan dilanjutkan proses pembangunan ini, ia berharap agar perusahaan pemegang proyek dapat menyelesaikan pembangunan sebagaimana waktu yang direncanakan, yakni Agustus mendatang.

“Kami mulai melanjutkan proyek ini, dan kami harap, kontraktor yang ada sekarang semoga bisa komitmen untuk segera menyelesaikan proyek ini, ya,” ungkapnya.

Pada pembangunan lanjutan proyek ini, pedestrian, lampu jalan, tempat duduk, dan akses jalur khusus penyandang disabilitas juga akan dibangun.

Selain itu, kata Idah, masyarakat sekitar harus terlibat dalam mengawasi proses pembangunan proyek di lumbung Kota Gorontalo itu.

Saat proyek ini selesai, dirinya mendorong masyarakat untuk menjadikan kawasan tersebut menjadi salah satu pusat perputaran ekonomi daerah dengan tetap menjaga kebersihan, hingga fasilitas yang dibangun.

“Ini bisa jadi pusat UMKM masyarakat juga, yang penting harus tetap menjaga kelestarian lingkungan dan fasilitas umum,” kuncinya. (*)

Pos terkait