Dua Pendulang Emas Tertimbun Longsor, Seorang Meninggal Dunia 

Kasat Reskrim Polres Bone Bolango, AKP Yudhi Prastyo saat memberikan keterangan, Selasa 22 Juli 2025. [foto:fikar/nusantara1]
Kasat Reskrim Polres Bone Bolango, AKP Yudhi Prastyo saat memberikan keterangan, Selasa 22 Juli 2025. [foto:fikar/nusantara1]

NUSANTARA1.ID — Dua orang warga Desa Mongilo, Kecamatan Bulango Ulu, Kabupaten Bone Bolango dilaporkan tertimpa tanah longsor saat sedang mendulang emas, Jumat 18 Juli 2025 di bantaran Sungai Bulango, di sekitar Waduk Bulango Ulu.

Dalam insiden itu, korban perempuan paruh baya berinisial AJ (54) ditemukan meninggal dunia, sementara NS (30) yang juga masih keluarganya mengalami luka-luka karena tertimpa material longsor.

Kapolres Bone Bolango, AKBP Supriantoro melalui Kasatreskrim, AKP Yudhi Prastyo turut membenarkan adanya kejadian tersebut.

Bacaan Lainnya

“Iya memang benar kejadian itu. Keduanya tertimpa tanah yang longsor dengan ketinggian sekitar 2 meter, satu orang meninggal dan yang satunya terluka,” ungkapnya, Selasa, 22 Juli 2025.

Ia juga menjelaskan, saat itu kedua korban juga bersama empat orang lainnya dengan jarak sekitar 10 meter yang juga bekerja sebagai pendulang emas.

Kemudian, para saksi mengaku mendengar ada suara runtuhan dan disusul suara teriakan yang diduga dari korban.

“Saksi mengaku di sana mereka sempat dengar suara teriakan, kemudian langsung mengeceknya dan menemukan salah satu korban itu sudah tak bernyawa,” jelasnya.

Saat kejadian, kondisi cuaca di wilayah itu tidak hujan, namun kontur tanah di kawasan tersebut memang terbilang rawan longsor.

Akan tetapi, para warga di sekitar lokasi memang diketahui sering melakukan aktivitas pengambilan material dan pendulangan sudah sejak lama.

Usai kejadian tersebut, pihak kepolisian langsung mengambil langkah untuk mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pendulangan di kawasan itu untuk mencegah terjadinya insiden serupa.

“Saat ini kami masih melakukan pendalaman melalui saksi-saksi, dan masyarakat juga diimbau agar tidak melakukan lagi kegiatan seperti ini agar tidak membawa bahaya,” kuncinya. (*)

Pos terkait