Sebanyak 226 Jiwa Mengungsi Akibat Longsor, BPBD Dirikan Tenda 

Tenda dari BPBD Kabupaten Gorontalo yang disiapkan untuk pengungsi korban banjir dan tanah longsor di Dulamayo. [foto:juna/nusantara1]
Tenda dari BPBD Kabupaten Gorontalo yang disiapkan untuk pengungsi korban banjir dan tanah longsor di Dulamayo. [foto:juna/nusantara1]

NUSANTARA1.ID – Sebanyak 226 jiwa dari 67 kepala keluarga terpaksa mengungsi akibat bencana longsor yang melanda wilayah Dulamayo Selatan, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, pada Senin 2 Juni 2025. Para pengungsi kini bertahan di Pasar Baru, Dusun Tiga, dalam kondisi darurat dan serba terbatas.

Kepala Desa Dulamayo Selatan, Usman Sauridi, menyampaikan bahwa seluruh pengungsi berasal dari Dusun Dua Bunia’a. Selain pemukiman warga, longsor juga merusak fasilitas umum, seperti Puskesmas Telaga Puncak dan satu rumah warga di kompleks Popalo yang kini masih dalam proses pendataan.

“Sejak tadi malam warga sudah mengungsi karena khawatir akan terjadi longsor susulan yang mengarah ke sungai,” ujar Usman Sauridi.

Ia menambahkan, di bagian hulu sungai telah terbentuk kubangan besar seperti kolam yang jika jebol bisa membahayakan permukiman di bagian hilir.

Di lokasi pengungsian, warga mulai mengeluhkan kebutuhan pokok yang belum terpenuhi. Nurain Kadir, salah satu warga terdampak, mengaku belum makan sejak pagi karena seluruh peralatan dapur tertinggal di rumah, dan mereka takut kembali karena cuaca masih hujan.

“Sejak tadi malam kami di sini, belum sempat memasak, dan sejak pagi belum makan,” ujarnya. Ia berharap bantuan makanan siap saji segera datang, khususnya untuk balita dan ibu hamil.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo mengambil langkah cepat untuk menangani dampak bencana longsor. Sejumlah upaya darurat telah dilakukan, termasuk pemantauan titik-titik longsor dan pendirian tenda pengungsian di Pasar Baru, Dusun Tiga.

Kepala Desa Dulamayo Selatan Usman Sauridi. [foto:juna/nusantara1]
Kepala Desa Dulamayo Selatan Usman Sauridi. [foto:juna/nusantara1]
Hal ini disampaikan oleh Satrio Liputo, Staf Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Kabupaten Gorontalo, saat ditemui di lokasi. Ia mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah mendirikan tenda darurat utama dan akan segera membangun tenda-tenda keluarga sebagai upaya awal penanganan bencana.

“Tenda darurat ini sudah kami dirikan di Pasar Baru Dulamayo Selatan dan dapat menampung hingga 100 orang. Selanjutnya akan disiapkan tenda-tenda keluarga yang masing-masing berkapasitas 10 orang,” jelas Satrio.

Ia juga mengungkapkan bahwa berdasarkan pemantauan di beberapa titik longsor, potensi longsor susulan masih sangat mungkin terjadi jika curah hujan dengan intensitas tinggi kembali turun dalam waktu dekat.

Satrio menambahkan, dampak kerusakan yang tercatat sejauh ini meliputi Puskesmas Telaga Puncak serta satu unit rumah warga yang berada di kawasan terdampak.

Langkah awal ini diharapkan dapat memberikan perlindungan sementara bagi warga terdampak sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pemerintah daerah dan instansi terkait. (*)

Pos terkait