PEMUNGUTAN Suara Ulang (PSU) di Daerah Pemilihan (Dapil) Gorontalo 6 (Pohuwato-Boalemo), meninggalkan kisah yang menarik. Ada Partai Politik (Parpol) yang ‘terluka’, ada juga yang ‘bahagia’.
Penulis: Jamal de Marshall
PUTUSAN Mahkamah Konstitusi (MK) mengharuskan dilakukan PSU di Dapil Gorontalo 6 (Pohuwato-Boalemo) untuk DPRD Provinsi Gorontalo, membuat kaget sejumlah kader Parpol. Apalagi pada Pemilu legislatif 14 Februari 2024 lalu, sudah memperoleh kursi di parlemen.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi Parpol yang mengajukan gugatan ke MK, yamana materi gugatannya, ada sejumlah Parpol kontestan Pemilu legislatif di Dapil Gorontalo 6 tak memenuhi 30 persen keterwakilan perempuan.
Oleh MK, gugatan tersebut dikabulkan dan dilakukanlah PSU pada 13 Juli 2024. Namun sebelumnya, ada lima Parpol yang diminta mengubah daftar calon agar dapat memenuhi 30 persen keterwakilan perempuan.
Kelima Parpol tersebut adalah, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Gerindra, Partai Nasdem, Partai Bulan Bintang dan Partai Demokrat. Partai Bulan Bintang hanya 25 persen keterwakilan perempuan, sementara empat Parpol lainnya hanya 27 persen.
Sebelum lanjut ke hasil PSU, mungkin ada baiknya hasil Pemilu legislatif 14 Februari 2024 lalu, ditampilkan. Data yang diterima menunjukan bahwa PDI Perjuangan memperoleh 36.437 suara, Partai Golkar 29.590 suara, Partai Gerindra 28.829 suara dan Partai Nasdem 26.498 suara. Keempat Parpol tersebut masing-masing berhak mendapat dua kursi.
Sementara tiga Parpol yang mendapat masing-masing satu kursi yakni Partai Kebangkitan Bangsa 14.572 suara, Partai Amanat Nasional 13.946 suara dan Partai Demokrat 12.693 suara. Dapil tersebut menyiapkan 11 kursi untuk ke DPRD Provinsi Gorontalo.
Setelah dilakukan PSU, nampaknya mengalami perubahan. Partai Nasdem menjadi pemenang menggeser posisi PDI Perjuangan yang berada di posisi kedua, diikuti Partai Gerindra di posisi ketiga.
Selanjutnya, Partai Kebangkitan Bangsa (posisi 4), Partai Golkar (posisi 5), Partai Demokrat (posisi 6), Partai Keadilan Sejahtera (posisi 7) dan Partai Amanat Nasional (posisi 8).
Ada delapan Parpol yang mendapat kursi setelah dilakukan PSU, padahal hasil Pemilu legislatif 14 Februari 2024, hanya ada tujuh Parpol. Nampak jelas jika Partai Nasdem, PDI Perjuangan dan Partai Gerindra mengamankan masing-masing dua kursi. Demikian juga Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Demokrat, dan Partai Amanat Nasional mampu mempertahankan masing-masing satu kursi.
Ada yang mengalami perubahan yakni Partai Golkar yang semula dua kursi, kini hanya satu kursi. Demikian halnya Partai Keadilan Sejahtera yang semula tak mendapat kursi, setelah PSU berhasil merebut satu kursi.
Berkurangnya jatah kursi Partai Golkar di Dapil Gorontalo 6, sangat berpengaruh langkah politik selanjutnya. Demikian halnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Usai PSU di Dapil Gorontalo 6, Partai Golkar ‘terluka’, sementara PKS ‘bahagia’. (*)
![Golkar-PKS Logo Partai Golkar dan PKS. [foto:ist]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2024/07/Golkar-PKS.jpg)
![Belajar Ilustrasi. Anak susah belajar, para orang tua wajib lakukan ini [foto:dok/bimba].](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/Belajar-200x112.jpg)
![013 Guru Ilustrasi. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo target 91 guru bergelar sarjana tahun nini [foto:dok]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/013-Guru-200x112.jpg)

![Buliying Ilustrasi. Kasus bullying kerap terjadi di lingkungan sekolah [foto:dok]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/Buliying-200x112.jpg)
![Bandar Bandar Narkoba 'The Doctor' alias Charlie alias Andre Fernando saat ditangkap di Malaysia [fot:dok/tribrata]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/Bandar-200x112.jpeg)
![Presiden PKS Presiden PKS, Almuzzammil Yusuf saat diwawancarai awak media. [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/Presiden-PKS-200x112.jpg)

