NUSANTARA1.ID – Anak susah belajar menjadi salah satu masalah yang kerap dihadapi banyak orang tua. Tak sedikit yang bingung bagaimana cara mengembalikan motivasi belajar anak agar kembali bersemangat, baik di sekolah maupun di rumah.
Kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Jika tidak segera diatasi, anak berisiko tertinggal dalam proses pembelajaran. Namun, perlu disadari bahwa tanpa sengaja orang tua juga bisa menjadi salah satu faktor penyebab anak kehilangan minat belajar.
Tuntutan untuk selalu meraih nilai tinggi, respons marah saat hasil tidak sesuai harapan, hingga minimnya apresiasi dapat membuat anak merasa tertekan. Alih-alih termotivasi, anak justru menjadi enggan untuk belajar.
Berikut tujuh cara yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu mengembalikan semangat belajar anak:
- Jangan membebani anak dengan target tinggi
Hindari menetapkan target yang terlalu tinggi pada anak. Tekanan untuk selalu mendapatkan nilai bagus dapat membuat anak merasa cemas dan kehilangan minat belajar.
Cobalah mengubah orientasi belajar dari sekadar nilai menjadi pemahaman materi. Saat anak tidak merasa terbebani, proses belajar pun akan terasa lebih menyenangkan.
- Berikan apresiasi
Apresiasi dapat menjadi dorongan besar bagi anak. Bentuknya tidak harus selalu berupa hadiah materi, tetapi bisa juga pujian tulus, pelukan, atau perhatian.
Yang terpenting, berikan apresiasi secara proporsional agar anak tetap fokus pada proses belajar, bukan semata-mata hadiah.
- Hargai usaha, bukan hanya hasil
Fokus yang hanya pada hasil sering membuat anak merasa usahanya tidak dihargai. Mulailah memberi perhatian pada proses yang telah mereka lalui.
Ketika anak merasa kerja kerasnya diakui, mereka akan lebih termotivasi untuk terus belajar.
- Dampingi anak saat belajar
Pendampingan orang tua memiliki peran penting dalam proses belajar anak. Jangan hanya menyuruh anak belajar sendiri tanpa arahan. Dengan mendampingi, orang tua dapat membantu saat anak mengalami kesulitan sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih hangat.
- Ciptakan suasana belajar yang nyaman
Lingkungan belajar yang nyaman dapat meningkatkan fokus dan semangat anak. Pastikan tempat belajar bebas dari gangguan, seperti suara televisi yang terlalu keras.
- Beri kebebasan mengatur waktu belajar
Memberikan kebebasan kepada anak untuk mengatur jadwal belajar dapat membantu mereka merasa lebih bertanggung jawab. Orang tua tetap perlu membimbing, tetapi tidak perlu mengatur secara kaku agar anak tidak merasa tertekan.
- Ajak belajar kelompok
Belajar kelompok bisa menjadi alternatif untuk meningkatkan motivasi. Selain membantu memahami pelajaran, kegiatan ini juga melatih kemampuan komunikasi dan kerja sama.
Dengan pendekatan yang tepat dan kerja sama antara orang tua dan anak, masalah anak susah belajar dapat diatasi secara perlahan. Kuncinya adalah menciptakan suasana belajar yang positif, suportif, dan tidak menekan. (*)
![Belajar Ilustrasi. Anak susah belajar, para orang tua wajib lakukan ini [foto:dok/bimba].](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/Belajar.jpg)
![Dimanfaatkan Ilustrasi. Ada beberapa orang yang sangat mudah dimanfaatkan oleh orang lain, ini ciri-cirinya [foto:dok]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/06/Dimanfaatkan-200x112.jpg)
![Rumah Ilustrasi. Rumah ternyata bisa menentukan kepribadian seseorang [foto”dok/sobatteknik]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/06/Rumah-200x112.png)

![Uban Ilustrasi. Kemunculan uban di usia muda disebabkan berbagai hal [foto:dok]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/06/Uban-200x112.jpg)
![Nadim Mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim saat mengenakan jaket Gojek generasi pertama. [foto:dok]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/06/Nadim-200x112.jpg)
![Rumah Warga1 Rumah warga di Kelurahan Bulota Kecamatan Limboto pasca tertimpa pohon tumbang. [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/06/Rumah-Warga1-200x112.jpg)

