Kerja Sama dengan UNG, Dikbud Targetkan 91 Guru Raih Gelar S1

Ilustrasi. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo target 91 guru bergelar sarjana tahun nini [foto:dok]
Ilustrasi. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo target 91 guru bergelar sarjana tahun nini [foto:dok]

NUSANTARA1.ID — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Gorontalo, Abd. Waris, mendorong peningkatan kualifikasi guru melalui program pendidikan Strata Satu (S1) guna memenuhi standar nasional pendidikan.

Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai awak media pada Kamis 16 April 2026. Ia menyebut masih terdapat guru, termasuk di tingkat SMA dan SMK, yang belum memenuhi kualifikasi minimal S1 sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang.

“Sesuai ketentuan, standar kualifikasi guru adalah S1. Ini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, capaian SPM pendidikan di Kabupaten Gorontalo saat ini berada pada angka 70,07 dan telah masuk kategori tuntas pertama, dengan target meningkat menjadi tuntas utama dalam beberapa tahun ke depan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Abd. Waris. [foto:juna/nusantara1]

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Abd. Waris. [foto:juna/nusantara1]
Sebagai upaya peningkatan, Dikbud Kabupaten Gorontalo menggandeng Universitas Negeri Gorontalo (UNG) untuk memfasilitasi 91 guru melanjutkan pendidikan S1. Program ini juga akan diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pemerintah daerah dan pihak kampus.

“Sebanyak 91 guru sudah mengikuti sosialisasi dan dipersiapkan untuk kuliah. Kami harapkan semuanya bisa mendapatkan beasiswa sesuai ketentuan,” jelasnya.

Selain itu, beasiswa juga didukung pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), serta kolaborasi dengan berbagai pihak.

Ia menambahkan, masa studi bagi guru yang mengikuti program tersebut diperkirakan berkisar antara 1,5 hingga 2 tahun, tergantung latar belakang pendidikan sebelumnya. Pengalaman mengajar para guru juga menjadi pertimbangan dalam penyetaraan mata kuliah.

Dengan program ini, Dikbud menargetkan peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Gorontalo, termasuk capaian SPM yang diharapkan dapat mencapai kategori tuntas utama pada 2028.

“Jika program ini berjalan sesuai rencana, insya Allah target peningkatan mutu pendidikan bisa tercapai,” tutupnya. (*)

Pos terkait