NUSANTARA1.ID – Kepala Badan Keuangan Kota Gorontalo, Nuryanto mengungkapkan bahwa setiap bulan pemerintah menggelontorkan dana sebesar Rp 3,5 miliar. Itu khusus untuk tunjangan honorer yang ada di Kota Gorontalo.
“Setiap bulan Pemkot Gorontalo menggelontorkan dana sebesar Rp 3,5 miliar untuk honorer. Kami berharap dengan perhatian pemerintah ini, para tenaga honorer dapat menunjukkan kinerja terbaik untuk kemajuan Kota Gorontalo,” kata Nuryanto.
Lalu dari mana sumber dana tersebut? Nuryanto membeberkan bahwa tunjangan honorer itu, diambil dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Gorontalo.
“Saya rasa mungkin Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bisa memahami bersama pembebanan belanja daerah, dengan tidak menambah lagi tenaga honorer pada 2024,” kata Nuryanto seraya meminta kepada OPD untuk kerjasamanya terkait penambahan honorer.
Akhir pembicaraan, Nuryanto mengungkapkan bahwa kepedulian Pemkot Gorontalo terhadap honorer, tak hanya sebatas mengalokasikan anggaran tunjangan. Namun, juga memberikan perhatian dalam pengalihan status dari tenaga honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Kontrak Kerja (PPPK) dan juga ASN sesuai dengan ketentuan Undang-undang ASN yang baru. (*)




![006 Kolaborasi Penjajakan kerja sama antara Pemda Kabupaten Gorontalo dengan Thryve.Earth di Rumah Jabatan Bupati Gorontalo, Selasa 13 Oktober 2026. [foto:dok/kominfo]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/10/006-Kolaborasi-200x112.png)
![005 Inspektorat Entry meeting bersama tim Inspektorat Provinsi Gorontalo di Ruang Dulohupa, Kantor Bupati Gorontalo, Selasa 13 Oktober 2026. [foto:do/kominfo]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/10/005-Inspektorat-200x112.png)

