NUSANTARA1.ID – DPRD Kabupaten Gorontalo memilih sikap tegas terkait persoalan pelayanan kesehatan, termasuk manajerial di Rumah Sakit MM Dunda Limboto.
DPRD merekomendasikan manajemen rumah sakit dievaluasi dan dilakukan perbaikan oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo. Dari evaluasi nanti, bukan tidak mungkin, direktur rumah sakit dicopot dari jabatan atas beberapa persoalan yang terjadi.
Seperti diketahui, DPRD mengeluarkan rekomendasi berdasarkan hasil rapat kerja menyikapi permasalahan yang terjadi, Selasa (3/10).
Rapat kerja itu menghadirkan pihak pemerintah daerah, diantaranya Asisten 1 Setda Gorut, Nawir Tondako, Kadis Kesehatan, Ismail Akase, Kabag Ortala, Rahmat Mohammad, pihak Inspektorat dan BKPSDM Kabupaten Gorontalo.
“Rekomendasi kita sudah akan keluarkan hari ini juga dan itu sudah kesepakatan seluruh komisi, komisi 1, 2, 3, untuk kita keluarkan rekomendasi kepada pak bupati,” kata Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Syam T. Ase.
Lanjut katanya, tentu ada tahapan-tahapan, penilaian evaluasi yang akan dilakukan pembina kepegawaian dalam hal ini bupati.
“Kita sudah dengar bersama bagaimana penjelasan Asisten 1, Kadis Kesehatan, Kabag Ortala, Inspektorat dan BKPSDM. Nah, mereka inilah yang akan menggodok dan saya meminta ini dilaporkan secara obyektif kepada pak bupati, mengenai apa yang terjadi sebenarnya di Rumah Sakit MM Dunda. Sehingga tidak ada bicara like and dislike, tapi benar-benar objektif yang akan diputuskan oleh bupati,” tuturnya.
Pada dasarnya, dalam rekomendasi yang dilahirkan, DPRD telah mempertimbangkan temuan di lapangan, yang dilaporkan mahasiswa, redaksi salah satu media online, bahkan temuan-temuan anggota DPRD.
Sebelumnya Syam menyebut, pihaknya menyeriusi persoalan ini setelah mendapat laporan dari tiga komisi yang ada. Bahkan, Komisi 1 mengeluarkan rekomendasi atas permasalahan itu.
“Setelah itu saya langsung membicarakan dengan dua pimpinan DPRD, kemudian pimpinan fraksi, untuk kita segera tindaklanjuti rapat gabungan komisi. Dan alhamdulillah kami gelar hari ini (kemarin) dalam rangka mencarikan solusi terbaik terkait perbaikan rumah sakit dunda ke depan,” ungkapnya.
Sebab, kata Syam, Rumah Sakit MM Dunda Limboto adalah salah satu rumah sakit rujukan di Provinsi Gorontalo. Sehingga perlu diperbaiki pelayanannya.
“Mengingat rumah sakit ini juga menjadi rujukan daerah tetangga di luar Provinsi Gorontalo. Dan sebagai rumah sakit rujukan tentu kita harus bersikap atas keluhan yang disampaikan,” ujarnya.
Ia mengatakan, dalam hal ini, pihaknya tidak ingin membicarakan personal atas pelayanan di rumah sakit itu.
“Tapi, bagaimana manajemen rumah sakit ini kedepan bisa lebih baik,” kuncinya. (*)
![024 Tomohn Bupati Bone Bolango Ismet Mile dan Walikota Tomohon Caroll Joram Azarias Senduk saat menandatangani PKS [foto:dok/kominfo]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/024-Tomohn-200x112.jpg)

![Darwin Romy Sjahrain Asisten II Setda Kabupaten Gorontalo, Darwin Romy Sjahrain. [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/Darwin-Romy-Sjahrain-200x112.jpg)
![023 MTQ Sekda Sekda Bone Bolango, Iwan MUstapa saat memberi sambutan pada pembukaan MTQ, Senin 20 April 2026 di Suwawa [foto:dok/kominfo]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/023-MTQ-Sekda-200x112.jpg)
![Sekolah Kondisi kelas di SDN 18 Telaga Biru dengan atap sudah bocor. [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/Sekolah-200x112.jpg)
![022 Apel TKA SD Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Bone Bolango, Udin Kuku saat memimpin apel pembukaan TKA di SDN 15 Kabila [foto:dok/kominfo]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/022-Apel-TKA-SD-200x112.jpg)

