Perketat Pengawasan MBG, Pemerintah Bone Bolango Fokus Jaga Gizi 

NUSANTARA1.ID – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango memperketat pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan kualitas makanan, keamanan pangan, dan ketepatan sasaran penerima manfaat tetap terjaga.

‎Komitmen itu ditegaskan Pemkab Bone Bolango melalui penguatan pengawasan dapur MBG, percepatan pembangunan Sentra Pangan dan Gizi (SPPG), hingga edukasi gizi bagi masyarakat sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penurunan angka stunting di daerah.

‎Staf Ahli Bupati Bidang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan dan Infrastruktur, Andriean Andjar, menegaskan MBG bukan sekadar program pembagian makanan, tetapi gerakan jangka panjang untuk membentuk generasi sehat dan unggul.

Bacaan Lainnya

‎“Program ini harus dikawal serius mulai dari kualitas bahan makanan, sanitasi dapur, hingga proses distribusi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya pada kegiatan FGD lintas sektor promosi dan edukasi MBG di Gorontalo.

‎Pemkab Bone Bolango saat ini juga mempercepat pembangunan SPPG di sejumlah kecamatan. Dua dapur MBG telah beroperasi, sementara sejumlah titik lain memasuki tahap akhir persiapan guna memperluas cakupan layanan program.

‎Bupati Bone Bolango, Ismet Mile sebelumnya juga mengingatkan seluruh pihak agar tidak lengah dalam menjaga higienitas makanan yang disajikan kepada anak-anak dan kelompok penerima manfaat lainnya.

‎Ia menegaskan pemerintah daerah tidak ingin terjadi persoalan keamanan pangan yang dapat merugikan masyarakat, sehingga pengawasan kualitas makanan menjadi prioritas utama dalam implementasi MBG.

‎Selain menyasar pelajar, program MBG di Bone Bolango juga diperluas bagi ibu hamil dan ibu menyusui. Pemkab mencatat total penerima manfaat program ini diproyeksikan mencapai lebih dari 49 ribu orang hingga wilayah pelosok.

‎Badan Gizi Nasional (BGN) bahkan memproyeksikan Bone Bolango sebagai salah satu daerah percontohan nasional pelaksanaan MBG karena dinilai memiliki kesiapan infrastruktur, dukungan lintas sektor, serta penguatan pangan lokal yang cukup baik. (*)

Pos terkait