NUSANTARA1.ID – Kritik Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan sinyal ketegangan hubungan partai banteng dengan Presiden Prabowo Subianto. Berita Nasional Indonesia
“Sikap PDIP jelas merefleksikan adanya ketegangan politik baru antara Prabowo-PDIP, pasca keluarnya sikap ngambang PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo,” kata Founder Citra Institute, Yusak Farchan, Senin 2 Maret 2026.
Menurutnya, PDI Perjuangan sudah bisa disebut sebagai oposisi dan bukan sekadar penyeimbang, karena sudah mengkritik program unggulan Presiden Prabowo.
“Narasi sumbang atau negatif terhadap MBG sejauh ini memang dominan berasal dari kelompok-kelompok oposisi,” sambungnya.
Lebih lanjut, Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (Unas) itu memperkirakan PDIP tidak akan mendapatkan posisi jika masih dalam posisi ambigu.
“Ini yang saya kira membuat PDIP ditinggal oleh Prabowo dalam bagi-bagi lapak kekuasaan,” demikian Yusak. (*)


![Ismet Mile PPP Ketua DPW PPP Provinsi Gorontalo, Ismet Mile [foto:do/PPP]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/Ismet-Mile-PPP-200x112.jpg)
![Ujang Bey Anggota Komisi II DPR RI, Ujang Bey. [foto:dok/fraksi Nasdem]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/Ujang-Bey-200x112.jpg)
![Gol PKS Ilustrasi. Partai Golkar dan PKS mendukung usulan KPK agar Ketua Parpol hanya 2 periode [foto:dok]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/Gol-PKS-200x112.jpeg)

![Presiden PKS Presiden PKS, Almuzzammil Yusuf saat diwawancarai awak media. [foto:juna/nusantara1]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/Presiden-PKS-200x112.jpg)

