NUSANTARA1.ID — Sejumlah pedagang di kawasan kuliner Kalimadu, Kota Gorontalo, mengeluhkan penurunan pendapatan pasca dilakukan penataan kawasan dan penerapan Car Free Night (CFN). Kondisi sepinya pengunjung disebut telah dirasakan sejak beberapa bulan terakhir.
Salah seorang pedagang, Muhamad Fahri Katjong, mengungkapkan bahwa sebelum penataan dan penerapan CFN, pendapatan pedagang UMKM di kawasan tersebut relatif stabil. Ia menyebut, rata-rata pendapatannya mencapai Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per malam.
“Sepi itu kami rasakan bahkan sebelum penataan dan adanya Car Free Night. Tapi setelah CFN dan penataan booth, pendapatan kami justru semakin menurun,” kata Fahri saat diwawancarai, Kamis 15 Januari 2026.
Menurut Fahri, penataan kawasan sejatinya tidak menjadi persoalan utama bagi pedagang. Namun, ia mempertanyakan dampak ekonomi dari kegiatan CFN yang dinilai belum memberikan efek positif bagi UMKM. Pasca penataan, pendapatan pedagang disebut hanya berkisar di bawah Rp200 ribu per malam, bahkan ada yang tidak mencapai Rp100 ribu.
![Seorang pedagang Muhamad Fahri Katjong saat diwawancarai awak media. [foto:juna/nusantara1]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/01/Pedagang-200x112.jpg)
“Sekarang kami takut bawa stok banyak. Bawa sedikit saja kadang tidak habis. Ini kasihan teman-teman yang jualan makanan karena bahannya bisa rusak,” ujarnya.
Selain minimnya pengunjung, Fahri menilai persoalan parkir turut menjadi faktor penyebab sepinya kawasan Kalimadu. Ia mengungkapkan, beberapa pengunjung mengeluhkan harus membayar parkir berulang kali saat berpindah dari satu lapak ke lapak lain.
“Banyak pembeli bilang parkirnya bayar dua kali. Harusnya kan ada karcis,” ucapnya.
Akibat kondisi tersebut, sejumlah booth di kawasan Kalimadu dilaporkan tutup. Fahri menyebut, sebagian pedagang menutup usahanya karena kalah modal dan tidak sanggup menanggung kerugian akibat penjualan yang terus menurun.
Ia berharap Pemerintah Kota Gorontalo dapat lebih mengaktifkan kegiatan atau event yang relevan dengan minat anak muda agar kawasan Kalimadu kembali ramai. Menurutnya, kegiatan yang lebih kreatif dan rutin dapat membantu menggerakkan kembali roda ekonomi UMKM.
“Kalau kawasan ini mau dipertahankan, eventnya harus lebih diaktifkan lagi dan disesuaikan dengan anak-anak muda yang suka nongkrong,” pungkas Fahri. (*)
![Pedagang di Kalimadu Sejumlah booth di kawasan kuliner Kalimadu. [foto:juna/nusantara1]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/01/Pedagang-di-Kalimadu.jpg)
![Pendaki Bawakaraeng Proses evakuasi 8 pendaki Gunung Bawakaraeng oleh Tim SAR gabungan. [foto;dok/basarnas makasssar]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/08/Pendaki-Bawakaraeng-200x112.png)
![006 Irup Ismet Mile Bupati Bone Bolango, Ismet Mile saat menyerahkan bendera Merah Putih kepada Paskibraka untuk dikibarkan pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Alun-Alun Bone Bolango, Senin 17 Agustus 2026. [foto:dok/indra/diskominfo]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/08/006-Irup-Ismet-Mile-200x112.jpeg)
![006 Sofyan Irup Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi saat menyerahkan bendera Merah Putih kepada Paskibraka untuk dikibarkan pada upacara HUT Proklamasi. [foto:dok/kominfo]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/08/006-Sofyan-Irup-200x112.jpg)
![Teh Hitam Enak Ilustrasi. Ini sejumlah manfaat ketika kita minum teh hitam setiap hari. [foto:dok/mediaaku]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/08/Teh-Hitam-Enak-200x112.jpg)



