Viral Video Dugaan Pemukulan Warga Bone Raya, Keluarga Korban Justru Bantah

Kolase, Anak Harpin Halib, Regita Halib (kanan) didampingi ibunya saat memberikan keterangan kepada awak media, Kamis, 11 September 2025. [foto: fikarbuntuan/nusantara1]
Kolase, Anak Harpin Halib, Regita Halib (kanan) didampingi ibunya saat memberikan keterangan kepada awak media, Kamis, 11 September 2025. [foto: fikarbuntuan/nusantara1]

NUSANTARA1.ID – Sebuah video keributan di Polsek Bone Raya, Kabupaten Bone Bolango, viral di media sosial sejak Rabu 10 September 2025. Dalam video yang diunggah istri salah satu terlapor berinisial WN, muncul tudingan bahwa anggota TNI melakukan pemukulan terhadap WN.

Namun, bantahan keras datang dari anak terduga korban Harpin Halib yakni Regita Halib. Ia menegaskan bahwa memang benar beberapa keluarganya yang berprofesi sebagai TNI turut hadir saat itu.

Akan tetapi, saat berada di Polsek, mereka datang sebagai keluarga, bukan untuk melakukan intimidasi apalagi penganiayaan kepada WN yang juga sepupu ayahnya itu.

Bacaan Lainnya

“Yang ada di video itu jelas mereka hanya meleraikan, bukan memukul. Yang bilang bahwa TNI memukul itu tidak benar,” kata Regita saat ditemui, Kamis 11 September 2025.

Regita menjelaskan, video tersebut muncul setelah ayahnya, Harpin Halib, menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan WN dan JN, Senin 8 September 2025 kemarin.

Harpin dipukul berkali-kali hingga wajahnya bersimbah darah. Ia bahkan mendapat lima jahitan di kepala akibat luka di dahi dan pelipis kiri.

Kemudian, keributan di pecah ketika keluarga Harpin menjemput usai melapor di Polsek Bone Raya. Saat itu WN juga sudah berada di kantor polis bersama sejumlah anggota polseki.

Melihat WN, Regita yang dalam keadaan terpukul melontarkan pertanyaan sederhana, ‘kenapa kamu pukul papa saya?’, justru mendapatkan jawaban yang kurang mengenakkan dari WN, ‘bukan saya yang pukul, sudah biasa ini’.

Jawaban sibgkat yang dinilai tak ada merasa bersalah sedikitpun itu alhasil memicu suasana di ruangan tersebut memanas. Termasuk salah satu sepupu Regita yang ikut emosi.

Melihat kondisi itu, puhak kepolisian dan keluarga, termasuk anggota TNI itu langsung berupaya untuk melerainya.

“Jadi saat itu bukan mau memukuli si WN yang ada di pinggir, tapi untuk melerai karena ada yang sudah emosi,” tegasnya.

Terkait kasus tersebut, kini ini masih dalam penanganan pihak kepolisian setempat dan telah ditindaklanjuti melalui Polres Bone Bolango. (*)

Pos terkait