NUSANTARA1.ID – Seperti biasa pada jelang Ramadan, harga ayam melonjak. Itu dikarenakan adanya tradisi di Gorontalo yang mana pada sahur perdana ‘wajib’ makan ayam.
Itu lantas memicu naiknya harga ayam di pasar-pasar Gorontalo. Ini juga terlihat di Pasar Sentral dan beberapa pasar di Kota Gorontalo.
“Harga ayam naik karena tak lama lagi Ramadan. Bukan karena sulitnya produksi ayam, tiap tahun pasti naik harganya,” kata Irwan Tuna pedagang.
Lanjut katanya, biasanya harga ayam akan turun setelah Idul Fitri. Artinya, sepanjang Ramadan, harga ayam belum turun.
Naiknya harga daging ayam di Pasar Sentral Kota Gorontalo mulai nampak sejak Kamis, (7/3). Sebelumnya harga daging per kilonya Rp 28.000, setelah naik menjadi Rp 32.000 per kilo.
Untuk harga per ekor Sebelumnya harga daging ayam di Pasar Sentral sekitar Rp 65.000 setelah naik menjadi Rp 70.000 per ekor. (*)

![002 Pelepasan MTQ Sebanyak 36 kafilah dari Bone Bolango yang siap mengikuti MTQ tingkat provinsi. [foto:dok/kominfo]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/002-Pelepasan-MTQ-200x112.jpeg)
![002 Sekda Pencanangan Sekda Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur saat mencanangkan Pembangunan Zona Integritas di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. [foto:dok/kominfo]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/002-Sekda-Pencanangan-200x112.jpeg)
![001 Forum APKASI Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi (keempat dari kiri) saat menghadiri Forum APKASI di Deli Serdang, Sumut. [foto:dok/kominfo]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/001-Forum-APKASI-200x112.png)
![001 Erna Patuti Dilantik Sekda Bone Bolango, Iwan Mustapa usai melantik dan mengambil sumpah Erna Patuti. [foto:dok/kominfo]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/001-Erna-Patuti-Dilantik-200x112.jpg)
![Kebakaran Rumah terbakar di Desa Pilohayanga, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. [foto:dok/ist]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/06/Kebakaran-200x112.jpg)


