NUSANTARA1.ID – Gara-gara dipaksa lakukan hubungan sejenis, seorang ayah empat anak di Kota Makassar menghabisi nyawa temannya.
Seperti yang dilansir fajar.co.id, Nompo (34) yang ditemui di Mapolrestabes Makassar menceritakan bagaimana awal dirinya nekat melakukan perbuatan terlarang itu.
“Saya mau pinjam uang Rp 700 ribu kepada korban Bakri Haedar (50), tapi saya tidak dikasih padahal sudah dijanji,” ujar Nompo sambil menahan rasa sakit bekas timah panas di kakinya.
Dikatakan Nompo, sebelumnya dia terlebih dahulu menelepon korban untuk meminjam uang. Namun, saat itu korban belum memiliki uang sebanyak yang diminta pelaku. Untuk itu, dituturkan Nompo, korban berjanji akan menghubungi dia ketika uang yang diminta Nompo sudah ada.
Tepat pada Selasa (4/7) subuh, pelaku ke Makassar karena telah dihubungi korban untuk diberikan uang yang akan dipinjamnya.
“Saya telpon dulu awalnya, nanti saya kabari. Pas ada natelpon ma. Saya naik mobil sayur sampai Panciro. Di situ dia jemput saya baru dibawa ke rumahnya di Karunrung,” tukasnya.
Saat tiba di rumah korban, pelaku dijamu makanan dan sempat diberi minuman keras (Miras) jenis Anggur Merah.
“Di rumahnya saya disuruh makan, minum anggur juga. Sudahnya itu langsung ma minta. Tapi dia nasuruhka dulu tinggal-tinggal,” ucapnya.
Di situlah, kata Nompo, korban mengaku bersedia memberikan uang pinjaman sebanyak yang diminta pelaku jika bersedia melayani nafsu seksnya.
“Saya dipaksa sodomi dia jadi saya nekat (menghabisi nyawanya). Saya mau dipinjamkan uang tapi syaratnya disodomi dulu. Bahkan dia mau tambah tapi saya tidak mau,” katanya.
Lanjutnya, karena menolak ajakan korban untuk bercinta sesama jenis, korban berusaha melakukan pemaksaan dengan menarik celana pelaku.
Merasa geram, Nompo mengambil pisau dapur yang tidak jauh dari korban dan menikamnya dari samping.
“Saya bunuh karena natarik-tarik celanaku. Napaksa ka, saya ambil pisau dan tikam lehernya dari samping,” katanya.
Usai menghabisi nyawa Bakri Haedar, Nompo membawa kabur motor, handphone, uang, hingga beberapa rokok yang ada di toko kelontong temannya tersebut.
Hal itu dibenarkan Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Ridwan JM Hutagaol saat menggelar Jumpa Pers di Mapolrestabes Makassar, Jumat (7/7) petang.
“Pelaku mengambil handphone, motor, dan beberapa rokok di toko, serta uang tunai kurang lebih Rp 1 juta,” ujar Ridwan kepada sejumlah awak media.
Diceritakan Ridwan, Nompo menjual HP milik korban kepada seorang driver grab bernama Icas (22) sebesar Rp 400 ribu. Motor korban yang dia gunakan kabur, kata Ridwan, disimpan di rumah temannya dengan alasan motor tersebut akan diambil oleh pembiayaan.
Sementara itu, Nompo mengaku tidak berniat mencuri motor korban. Dia hanya menggunakan motor tersebut untuk kabur.
“Saya tidak niat curi motornya. Saya ambil kunci motor di meja dalam di rumahnya,” ucapnya.
Nompo dibekuk oleh polisi saat berusaha kabur dari kejaran di perbatasan Takalar-Jeneponto, Jumat (7/7/2023) sekitar pukul 09.00 Wita. Karena berusaha melarikan diri saat dibekuk, Nompo terpaksa diberikan hadiah timah panas sebanyak tiga kali tepat di lutut kanannya. (*)

![003 Kejari Penyerahan kendaraan dinas secara simbolis oleh Kejari ke Bupati Bone Bolango, Ismet Mile [foto:dok/kominfo]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/003-Kejari-200x112.jpg)
![010 Menara Peninjauan taman di kawasan menara limboto. [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/010-Menara-200x112.jpg)
![009 Pelantikan Kepsek Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi saat melantik Kepala Sekolah Se Kabupaten Gorontalo. [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/009-Pelantikan-Kepsek-200x112.jpg)
![007 Pangkalan Komisi II tinjau langsung persoalan distribusi gas LPG 3 Kg di Desa Dunggala Kecamatan Tibawa. [foto:ist/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/007-Pangkalan-200x112.jpg)
![Sofyan Puhi Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/Sofyan-Puhi-200x112.jpg)


