NUSANTARA1.ID – Lama tak ada kabar. Kini majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Makassar menambah hukuman terdakwa kasus pabrik uang palsu Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan, Annar Salahuddin Sampetoding dari 5 tahun menjadi enam tahun penjara.
Hal itu diputuskan dalam putusan yang menolak banding terdakwa kasus pabrik uang palsu di lingkungan kampus UIN Makassar tersebut.
“Iya, dari PN (putusannya) lima tahun, dari PT 6 tahun. Naik satu tahun,” kata Kasi Pidum Kejari Gowa, ST Nurdaliah kepada CNNIndonesia.com, Selasa 2 November 2025.
Meski telah ada putusan atas banding, kata Nurdaliah, pihaknya belum menerima salinan putusan tersebut dari pengadilan tinggi.
“Kalau di SIPP sudah ada, tapi belum ada sampai ke kami dari pengadilan,” ujarnya.
Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan menjatuhkan vonis kurungan penjara selama 5 tahun terhadap terdakwa utama pabrik uang palsu di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Annar Salahuddin Sampetoding.
Ketua majelis hakim di PN Gowa, Dyan Martha Budhinugraeny dalam membacakan amar putusannya bahwa terdakwa terbukti melanggar sebagaimana diatur dalam pasal 37 ayat (2) Undang-undang tentang mata uang.
“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Annar Salahuddin Sampetoding dengan pidana penjara selama 5 tahun,” kata Dyan, Rabu 1 Oktober 2025.
Tak hanya pidana penjara, dalam amar putusan majelis hakim juga menjatuhkan sanksi berupa denda Rp 300 juta kepada Annar.
“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan menyuruh membeli bahan baku uang palsu,” ungkapnya.
Vonis selama lima tahun dari PN Gowa kepada Annar Salahuddin Sampetoding tersebut terbilang ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) selama delapan tahun.
Setelah mendengarkan vonis tersebut, Annar pun tidak menerima putusan tersebut dengan mengajukan banding.
“Jadi, saya menyatakan banding yang mulia,” kata Annar dalam persidangan kala itu. (*)
![Upal Makassar Pengungkapan uang palsu di UIN Makassar beberapa bulan lalu. Kini masuk tahap persidangan banding. [foto:dok/atp]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2025/12/Upal-Makassar.jpeg)
![TNI Buru Pelaku Koops TNI Habema memburu kelompok OPM XVI/Yahukimo yang dipimpin Elkius Kobak terduga pelaku penembakan pilot serta pembakaran pesawat AMA Air di Yahukimo. [foto:dok/istimewa]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/TNI-Buru-Pelaku-200x112.jpeg)
![Kapal Pengangkut Material Kapal Tongkang memuat kabel yang nantinya digunakan untuk menghubungkan listrik ke Pulau Dudepo. Saat ini, kapal tersebut sudah di Pelabuhan Anggrek. [foto:dok/pln]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/Kapal-Pengangkut-Material-200x112.jpg)
![Rusli Habibie Anggota Komisi XII DPR RI Rusli Habibie. [foto:dok/tangkapan layar]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/Rusli-Habibie-200x112.jpg)
![Kurang Nafsu Ilustrasi. Hati-hati, tanda ginjal bermasalah salah satunya nafsu makan berkurang. [foto:dok/halodoc]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/Kurang-Nafsu-200x112.png)
![Petaka Gunung Welirang Poster film ‘Petaka Gunung Welirang’ yang akan tayang pada awal Juli.[foto:dok/starvision]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/06/Petaka-Gunung-Welirang-200x112.jpg)
![Razman Razman Arif Nasution resmi ditahan di Lapas Kelas I Cipinang pada Kamis 25 Juni 2026. [foto:dok/lapascipinang]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/06/Razman-200x112.jpg)

