Sebanyak 6.000 Unit Rumah Warga Disiapkan untuk Peserta Penas KTNA

Asisten II Setda Kabupaten Gorontalo, Darwin Romy Sjahrain. [foto:juna/nusantara1]
Asisten II Setda Kabupaten Gorontalo, Darwin Romy Sjahrain. [foto:juna/nusantara1]

NUSANTARA1.ID — Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus mematangkan persiapan pelaksanaan Pekan Nasional (Penas) KTNA XVII, khususnya terkait penyediaan homestay bagi peserta yang akan datang dari berbagai daerah.

Asisten II Setda Kabupaten Gorontalo, Darwin Romy Sjahrain, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan identifikasi awal terhadap lebih dari 6.000 rumah warga yang berpotensi dijadikan tempat pemondokan.

“Dari beberapa tahun lalu kita sudah mulai identifikasi. Saat ini sudah ada gambaran sekitar 6.000 lebih rumah,” ujarnya saat diwawancarai, Senin 20 April 2026.

Bacaan Lainnya

Menurut Darwin, penentuan rumah yang dijadikan homestay tidak dilakukan sembarangan. Sejumlah kriteria menjadi pertimbangan utama, di antaranya kelayakan tempat tinggal, ketersediaan kamar tidur, fasilitas kamar mandi, serta aspek kenyamanan dan keamanan bagi peserta.

Ia menjelaskan, setiap rumah direncanakan akan menampung sekitar lima hingga enam orang peserta, sehingga distribusi tidak menumpuk pada satu titik.

“Yang utama itu kenyamanan dan keamanan. Harus tersedia kamar dan toilet yang memadai. Itu jadi syarat dasar,” jelasnya.

Meski demikian, Darwin menegaskan bahwa data 6.000 rumah tersebut masih bersifat sementara dan terus dalam proses verifikasi. Tim penyuluh bersama pemerintah desa dan kecamatan masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan seluruh rumah memenuhi standar yang ditetapkan.

“Masih berproses, belum final. Setelah identifikasi awal, kami akan turun lagi untuk memastikan kelayakan setiap rumah,” katanya.

Ia juga membuka peluang bagi masyarakat yang ingin mendaftarkan rumahnya sebagai homestay, dengan syarat tetap melalui proses verifikasi oleh tim di lapangan.

Adapun lokasi prioritas pemondokan difokuskan di lima kecamatan, yakni Limboto, Limboto Barat, Telaga, Telaga Biru, dan Telaga Jaya.

Sementara itu, jumlah peserta Penas KTNA XVII yang telah mendaftar secara online saat ini mencapai sekitar 18 ribu orang, dari target 30 ribu peserta. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah, termasuk peserta pendamping dan ofisial.

“Pendaftaran masih dibuka. Kita berharap target 30 ribu peserta bisa tercapai, bahkan bisa lebih jika ditambah official dan pendamping,” tambah Darwin.

Terkait pembiayaan homestay, Darwin menyebutkan bahwa biaya akan ditanggung langsung oleh peserta. Tarif yang dipatok sekitar Rp160 ribu per orang per hari, dengan durasi kegiatan berlangsung selama beberapa hari.

Pemkab Gorontalo menargetkan kepastian jumlah peserta dan distribusi pemondokan sudah dapat ditetapkan pada Mei mendatang, sehingga seluruh persiapan dapat dimaksimalkan sebelum pelaksanaan kegiatan. (*)

Pos terkait