Pemda Sitaro Segera Relokasi Rumah Korban Banjir Bandang 

Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit
Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit

NUSANTARA1.ID – Bupati Kabupaten Siau, Tagulandang, Biaro (Sitaro) Chyntia Ingrid Kalangit berencana merelokasi 30 rumah korban banjir bandang lahar dingin terjadi Senin 5 Januari 2026.

Penegasan tersebut disampaikan Chyntia Ingrid Kalangit saat ditemui, Rabu 7 Januari 2026 usai rapat koordinasi terkait dengan penanganan pasca bencana dengan unsur Forkopimda.

“Rencananya Pemda Sitaro akan merelokasi korban yang rumahnya hilang akibat bencana,” kata Chyntia Ingrid Kalangit.

Bacaan Lainnya

Relokasi yang akan dilakukan oleh Pemda Sitaro tersebut bukan tanpa alasan. Bekas lokasi rumah yang hilang tersebut tidak boleh lagi ada hunian.

Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit bersama Forkopimda usai rapat koordinasi, Rabu 7 Januari 2026. [foto:grace/nusantara1]
Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit bersama Forkopimda usai rapat koordinasi, Rabu 7 Januari 2026. [foto:grace/nusantara1]
Disisi lain yang dilakukan oleh Pemda Sitaro bersama pihak terkait lainnya yakni mencari korban yang hilang.

“Selain itu juga membersihkan jalan yang terputus akibat tertimbun material banjir lahar dingin,” kata Chyntia Ingrid Kalangit.

Lanjut katanya, pembersihan jalan yang terputus tersebut sangatlah penting, karena hingga saat ini tim penanggulangan bencana kesulitan dalam hal menyuplai makanan dan juga bantuan lainnya.

“Secara keseluruhan, ada lima titik terdampak yang besar. Dan untuk menjangkau dari satu titik ke titik lainnya itu, sulit dilakukan karena terkendala akses jalan yang terputus,” ungkap Chyntia Ingrid Kalangit.

Namun demikian, Chyntia Ingrid Kalangit optimis dalam beberapa hari kedepan, akses jalan yang terputus tersebut dapat terbuka kembali, walaupun untuk alat berat sulit untuk dimobilisasi namun tetap diupayakan.

“Ada lima posko pengungsian yang dibangun pemerintah diantaranya di Ulu, Paseng, Batusenggo dan Lagaeng. Bantuan sandang dan pangan itu tetap dipenuhi oleh pemerintah,” kuncinya. (*)

Pos terkait