Windra Lagarusu Soroti Minimnya Dampak CSR HTI Guna Tangani Banjir di Monano

Anggota DPRD Gorontalo Utara, Windra Lagarusu
Anggota DPRD Gorontalo Utara, Windra Lagarusu

NUSANTARA1.ID – Suasana Rapat Paripurna DPRD Gorontalo Utara dalam rangka penyampaian LKPJ bupati 2025, sedikit memanas pada Selasa 31 Maret 2026.

Pasalnya, anggota DPRD Windra Lagarusu menyampaikan kritik tegas terkait minimnya kontribusi CSR perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) dalam penanganan banjir.

Dalam forum resmi tersebut, Windra menyampaikan bahwa hingga saat ini masyarakat belum merasakan dampak nyata dari program CSR perusahaan, khususnya di Kecamatan Monano yang kerap dilanda banjir.

Bacaan Lainnya

“Sampai hari ini, masyarakat belum merasakan secara signifikan kontribusi CSR perusahaan HTI dalam penanganan banjir, khususnya di Kecamatan Monano. Ini tidak boleh terus dibiarkan,” tegas Windra dalam rapat paripurna.

Ia menekankan bahwa pemerintah daerah tidak boleh pasif dan harus memastikan dana CSR benar-benar digunakan untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat.

“Pemerintah daerah harus memastikan CSR itu tepat sasaran. Jangan hanya formalitas, tetapi harus menyentuh langsung persoalan banjir yang setiap tahun terjadi,” lanjutnya.

Menurutnya, penanganan banjir membutuhkan langkah yang terencana dan berkelanjutan, bukan sekadar solusi jangka pendek. Ia pun menguraikan sejumlah langkah strategis yang perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Penanganan banjir harus dilakukan secara sistematis. Mulai dari pembangunan drainase, normalisasi sungai, reboisasi, sampai pembangunan infrastruktur penahan air. Ini harus menjadi satu kesatuan,” ujarnya.

Lebih jauh, Windra menegaskan bahwa program CSR perusahaan harus diarahkan agar sejalan dengan rencana penanggulangan bencana daerah.

“Pemerintah harus berani mengarahkan CSR perusahaan agar sejalan dengan program penanggulangan bencana. Kalau tidak, kehadiran perusahaan tidak akan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tandasnya. (*)

Pos terkait