NUSANTARA1.ID – Tim akademisi menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait hasil pengumpulan data kegiatan endline survey proyek The Development of Integrated Farming System in Upland Area (Upland), Rabu 13 Mei 2026.
Kegiatan tersebut difokuskan pada tiga desa di Kecamatan Telaga dan Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, yakni Desa Dulamayo Selatan, Desa Dulamayo Barat, dan Desa Modelidu.
Akademisi sekaligus tim peneliti, Ramlan Mustafa mengatakan, FGD dilakukan untuk menggali pengalaman masyarakat terkait perubahan yang terjadi selama lima tahun terakhir, mulai 2021 hingga 2026.
Menurutnya, perubahan yang dikaji mencakup sektor pangan dan gizi, pendapatan masyarakat, akses pasar, hingga perubahan kondisi sosial ekonomi rumah tangga warga desa.
“Pada kegiatan fokus grup diskusi ini kita berdiskusi terkait pengalaman masyarakat desa, terutama perubahan yang berbicara soal pangan, pendapatan, akses pasar, serta perubahan kehidupan rumah tangga masyarakat sejak 2021 hingga 2026,” ujar Ramlan usai kegiatan.
Ia menjelaskan, tim akademisi hanya berperan sebagai peneliti yang melakukan pengumpulan dan analisis data lapangan. Sementara hasil penelitian nantinya akan menjadi rekomendasi bagi pihak pengambil kebijakan.
Ramlan mengungkapkan, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan adanya perubahan signifikan pada masyarakat penerima program, khususnya di bidang budidaya pertanian, panen, hingga pasca panen.
“Kita melihat langsung perubahan nyata di masyarakat, baik dari infrastruktur maupun kapasitas masyarakat terkait budidaya, panen, dan pasca panen. Kalau dinilai, mungkin perubahan itu sudah mencapai 99 persen,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan pada aspek kelembagaan koperasi yang dinilai belum berjalan optimal.
Karena itu, ia berharap program serupa dapat terus berlanjut dengan fokus yang lebih luas, terutama pada hilirisasi produk pertanian dan penguatan koperasi masyarakat.
“Harapan saya program ini tidak berhenti sampai di sini. Ke depan semoga ada keberlanjutan program yang lebih fokus pada pengolahan hasil, hilirisasi produk, dan penguatan kelembagaan koperasi agar masyarakat lebih mudah mengakses modal,” jelasnya.
Ia menambahkan, penelitian dilakukan dengan membandingkan desa penerima program dan desa yang tidak terdampak program sebagai bahan evaluasi efektivitas kegiatan.
“Kalau perubahan di desa penerima program lebih nyata dibanding desa yang tidak terdampak, berarti program ini berhasil. Hasil itu nantinya menjadi bahan rekomendasi bagi pengambil kebijakan,” pungkasnya. (*)
![007nFGD FGD terkait hasil pengumpulan data kegiatan endline survey proyek The Development of Integrated Farming System in Upland Area [foto:/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/007nFGD.jpg)


![Sugondo Makmur Sekda Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur. [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/Sugondo-Makmur-200x112.jpg)

![002 UMKM Kabgor Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi membuka Rekrutmen Konsultan Pendamping PLUT-KUMKM Kabupaten Gorontalo 2026. [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/002-UMKM-Kabgor-200x112.jpg)
![001 Kewirausahaan Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi saat membuka kegiatan Pelatihan Bisnis dan Kewirausahaan Serta Kurasi Produk IKM. [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/001-Kewirausahaan-200x112.jpg)

