Massa Bakar Pembatas Jalan, Polisi Kerahkan Water Canon di Simpang Lima 

Kondisi terkini Simpang Lima Telaga, Gorontalo dengan kobaran api dari massa aksi demonstrasi, Senin 1 September 2025. [foto: fikar/nusantara1]
Kondisi terkini Simpang Lima Telaga, Gorontalo dengan kobaran api dari massa aksi demonstrasi, Senin 1 September 2025. [foto: fikar/nusantara1]

NUSANTARA1.ID – Aksi ribuan massa Aliansi Merah Putih di Simpang Lima Telaga, Kabupaten Gorontalo, Senin 1 September 2025, tidak hanya melumpuhkan arus lalu lintas, tetapi juga memicu ketegangan baru.

Setelah beberapa jam menunggu Gubernur, Ketua DPRD dan Kapolda yang tak kunjung hadir, massa aksi mulai membakar belasan pembatas jalan berbahan plastik hingga api berkobar cukup besar di tengah jalan.

Kobaran api yang berlangsung cukup lama membuat situasi di lokasi kian panas. Asap hitam mengepul tinggi, disertai sorakan massa yang terus menggema di sekitar titik aksi.

Bacaan Lainnya

Kondisi terkini Simpang Lima Telaga, Gorontalo dengan kobaran api dari massa aksi demonstrasi, Senin 1 September 2025. [foto: fikar/nusantara1]
Kondisi terkini Simpang Lima Telaga, Gorontalo dengan kobaran api dari massa aksi demonstrasi, Senin 1 September 2025. [foto: fikar/nusantara1]
Melihat situasi mulai membahayakan, pihak kepolisian akhirnya menggerakkan mobil water canon untuk melakukan pemadaman.

“Maju, padamkan,” ucap komandan dalam pasukan pengamanan itu.

Semburan air deras diarahkan ke titik api hingga belasan menit, barulah api berhasil dipadamkan.

Sementara itu, meski api telah berhasil dipadamkan, massa aksi tetap bertahan dengan orasi lantang dan yel-yel protes sembari berupaya membuat api baru di bagian belakang.

Insiden pembakaran ini menambah catatan eskalasi ketegangan dalam aksi besar yang menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset hingga evaluasi tunjangan DPR RI tersebut.

Situasi di Simpang Lima Telaga berangsur terkendali setelah polisi dan massa menjaga jarak masing-masing, meski aroma plastik terbakar masih menyelimuti udara malam. (*)

Pos terkait