Disperindag Kabupaten Gorontalo Siapkan Zona UMKM untuk Peran Saka Nasional 

Kepala Dinas Perindag Kabupaten Gorontalo Victor Asiku. [foto:juna/nusantara1]
Kepala Dinas Perindag Kabupaten Gorontalo Victor Asiku. [foto:juna/nusantara1]

NUSANTARA1.ID – Menjelang pelaksanaan Peran Saka Nasional 2025 yang akan digelar pada 2 hingga 9 November 2025 mendatang, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gorontalo mulai menyiapkan zonasi khusus bagi pelaku UMKM.

Kepala Disperindag Kabupaten Gorontalo, Victor Asiku, menjelaskan bahwa zona UMKM akan dibagi berdasarkan kategori produk, seperti kuliner khas Gorontalo, makanan ringan, serta kerajinan tangan yang dapat dijadikan oleh-oleh para peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

“Zonasi ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap kegiatan nasional ini. Produk yang akan dijual harus melalui proses kurasi dan memenuhi standar kelayakan, termasuk dari sisi sertifikasi,” ujar Victor saat ditemui pada Kamis 7 Agustus 2025.

Bacaan Lainnya

Ia menambahkan bahwa hingga saat ini pendaftaran bagi pelaku UMKM belum dibuka, karena masih menunggu hasil koordinasi antara panitia nasional dan panitia lokal. Panitia lokal terdiri dari berbagai OPD teknis dan akan menangani seluruh persiapan di tingkat kabupaten.

“Rapat teknis bersama panitia lokal dan nasional dijadwalkan pada minggu ketiga atau akhir Agustus. Di situ akan dibahas skema zonasi, kriteria pelaku usaha, dan pembagian lokasi penempatan,” tambahnya.

Dalam rangka mendorong transformasi digital di sektor UMKM, Disperindag juga bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM serta Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo. Kerja sama ini difokuskan pada penggunaan sistem pembayaran digital untuk pelaku usaha yang akan terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Kami ingin memastikan transaksi bisa dilakukan secara non-tunai. Ini juga bagian dari edukasi kepada UMKM agar bisa beradaptasi dengan ekosistem digital yang semakin berkembang,” jelas Victor.

Produk-produk UMKM yang dipilih nantinya tidak hanya dipasarkan secara langsung di lokasi kegiatan, tetapi juga akan dipublikasikan melalui media sosial resmi sebagai bagian dari promosi daerah. (*)

Pos terkait