Pelanggaran Menurun, Kesadaran Berkendara Alami Peningkatan di Bone Bolango

Operasi Patuh Otanaha 2025 saat berlangsung di Jln. Pasar Minggu, Desa Oluhuta, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Jumat pagi, 25 Juli 2025. [foto: fikarbuntuan/nusantara1]
Operasi Patuh Otanaha 2025 saat berlangsung di Jln. Pasar Minggu, Desa Oluhuta, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Jumat pagi, 25 Juli 2025. [foto: fikarbuntuan/nusantara1]

NUSANTARA1.ID — Operasi Patuh Otanaha 2025 yang digelar di wilayah Kabupaten Bone Bolango, Jumat 25 Juli 2025, minim pelanggaran. Selama operasi yang berlangsung selama 3 hingga 4 jam, hanya ada lima pelanggar yang terjaring.

Kabag Ops Polres Bone Bolango, Kompol Wanda Dira Bernard, menyampaikan bahwa minimnya pelanggaran menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas.

“Hanya lima pelanggaran yang terjaring dalam beberapa jam. Ini bukti bahwa masyarakat semakin patuh dan sadar akan keselamatan berkendara,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Tak hanya melakukan penindakan, Operasi Patuh kali ini juga menghadirkan layanan sidang di tempat yang bekerja sama dengan Pengadilan, Samsat, serta BRI sebagai mitra pembayaran denda tilang menghindari adanya suap.

Denda yang akan dibayarkan oleh pelanggar disesuaikan dengan keputusan hakim dengan berdasarkan penilaian dan peraturan yang berlaku.

Kompol Wanda mengatakan hal ini dilakukan untuk mempermudah masyarakat dalam menyelesaikan proses pelanggaran secara cepat dan transparan.

“Upaya ini untuk memberikan kemudahan, dari proses sidang hingga pembayaran denda, cukup di satu lokasi,” jelasnya.

Sejak dimulai pada 17 Juli 2025, Operasi Patuh Otanaha 2025 di Gorontalo akan berakhir pada 27 Juli 2025.

Selain masyarakat sipil, operasi ini juga melibatkan Polisi Militer untuk pemeriksaan dan penindakan terhadap aparat kepolisian maupun TNI.

Kemudian, berdasarkan catatan sementara, sepeda motor masih mendominasi jenis kendaraan yang melanggar, dengan pelanggaran umum berupa tidak melengkapi surat kendaraan, seperti SIM dan STNK.

Meski begitu, jumlah pelanggaran tetap tergolong sangat rendah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Kami apresiasi masyarakat Bone Bolango yang semakin taat aturan. Ini adalah bagian dari edukasi jangka panjang yang mulai menunjukkan hasil,” ujar Kompol Wanda. (*)

Pos terkait