Kementerian Haji dan Umrah Tekankan Pentingnya Istitha’ah Kesehatan Jemaah 

Kakanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Gorontalo, Mansur Basir bersama petugas kesehatan. [foto:dok/humas]
Kakanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Gorontalo, Mansur Basir bersama petugas kesehatan. [foto:dok/humas]

NUSANTARA1.ID – Setiap jemaah haji wajib memenuhi istitha’ah kesehatan sebagai salah satu syarat sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci. Karena itu, menjaga kesehatan menjadi bagian penting dalam memastikan jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Gorontalo, Mansur Basir, saat menghadiri kegiatan Konsolidasi Data Jemaah Haji Reguler, Sabtu 15 Agustus 2026, di Gedung Jabal Uhud, Asrama Haji Gorontalo.

Mansur mengatakan, capaian penyelenggaraan ibadah haji di Provinsi Gorontalo dalam dua tahun terakhir menunjukkan hasil yang sangat baik. Seluruh jemaah haji Gorontalo dapat diberangkatkan ke Tanah Suci dan dipulangkan kembali ke daerah asal.

Bacaan Lainnya

“Rekor kita sangat baik. Sudah dua tahun terakhir kita bisa memberangkatkan dan memulangkan jemaah haji 100 persen. Tidak ada yang tertinggal di Tanah Suci karena sakit maupun meninggal dunia,” ujar Mansur.

Mansur juga memberikan apresiasi kepada para tenaga kesehatan (nakes) yang selama ini secara konsisten mendampingi dan mengawal kondisi kesehatan jemaah, mulai dari sebelum keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

“Mudah-mudahan teman-teman dari Dinas Kesehatan diberikan kesabaran dan ketabahan. Mereka adalah pihak yang lebih awal mengunjungi, mengawal, membina, dan mendampingi jemaah. Mereka juga terus mengingatkan jemaah untuk menjaga kesehatan, termasuk mengonsumsi obat sesuai anjuran,” tuturnya.

Ia menceritakan pengalaman pada penyelenggaraan ibadah haji sebelumnya, ketika terdapat sekitar 12 jemaah yang diduga mengalami  tuberkulosis (TBC). Berkat pendampingan dan pengawasan intensif dari tenaga kesehatan, seluruh jemaah tersebut dapat mengikuti pengobatan dan menjaga kondisi kesehatannya.

“Karena keteguhan pendampingan dari nakes, mereka terus dikawal untuk minum obat dan menjaga kesehatan. Hasilnya, ke-12 jemaah tersebut dinyatakan negatif dan dapat menjalankan ibadah haji,” jelas Mansur.

Ia pun menyampaikan doa dan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan yang bertugas mendampingi jemaah haji agar senantiasa diberikan kesehatan lahir dan batin dalam menjalankan tugas.

“Semoga seluruh nakes yang bertugas mendampingi jemaah senantiasa diberikan kesehatan lahir dan batin, serta kekuatan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji,” pungkasnya. (*)

Pos terkait