Komisi IV Soroti Efisiensi Anggaran Pendidikan dan Ketimpangan Dukungan Sekolah 

Rapat pembahasan RAPBD 2027 Komisi IV bersama Dinas Dikbud Provinsi Gorontalo. [foto:dok/pendamping komisi]
Rapat pembahasan RAPBD 2027 Komisi IV bersama Dinas Dikbud Provinsi Gorontalo. [foto:dok/pendamping komisi]

NUSANTARA1.ID – Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo menyoroti efisiensi anggaran dan ketimpangan dukungan terhadap sekolah dalam pembahasan Rancangan Perda APBD Tahun Anggaran 2027 bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Selasa 29 September 2026, di ruang Komisi IV. 

Anggota Komisi IV, Djoni Dalanggo, mendorong agar program-program Dinas Pendidikan disinergikan agar tidak terjadi pembiayaan ganda dan dapat meringankan beban sekolah.

Ia mencontohkan program Seniman Masuk Sekolah yang dapat diselaraskan dengan persiapan lomba seni seperti FLS3N. Dengan begitu, sekolah tidak perlu lagi mengeluarkan anggaran besar untuk pelatih, kostum, dan kebutuhan pendukung lainnya.

Bacaan Lainnya

“Kalau sudah ada anggaran di dinas melalui program Seniman Masuk Sekolah, sekolah sudah tidak repot lagi mencari dana. Tinggal diselaraskan untuk pembinaan hingga tingkat nasional,” ujar Djoni.

Menurut Djoni, ketimpangan anggaran menyebabkan tidak semua sekolah memiliki kesempatan yang sama untuk berkompetisi di ajang prestasi. Selain itu, Komisi IV juga menyoroti polemik penerimaan siswa baru yang perlu dievaluasi, serta menurunnya jumlah siswa di salah satu sekolah di Kabupaten Pohuwato setelah dialihkan dari kewenangan kabupaten ke provinsi. Penurunan tersebut diduga terkait ditariknya fasilitas pendukung seperti bus siswa dan insentif uang saku.

Komisi IV berharap persoalan tersebut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk dicarikan solusi dalam pembahasan APBD 2027, sehingga anggaran pendidikan lebih efisien dan berkeadilan bagi seluruh sekolah. (*)

Pos terkait