NUSANTARA1.ID – Pendekatan berbeda ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam mendorong pelaku UMKM naik kelas. Tak hanya pelatihan, tetapi juga seleksi ketat dan kurasi produk menjadi pintu awal sebelum produk benar-benar dilepas ke pasar.
Hal ini ditegaskan Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, saat membuka Pelatihan Bisnis dan Kewirausahaan serta Kurasi Produk Industri Kecil Menengah (IKM) di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Desa Bulila, Kecamatan Telaga, Selasa 5 Mei 2026.
Menurut Sofyan, tantangan utama UMKM bukan hanya memproduksi barang, tetapi memastikan produk mampu menjawab selera pasar yang beragam. Ia menilai, konsumen saat ini sangat mempertimbangkan detail, mulai dari kemasan, warna, hingga kualitas keseluruhan.
“Pasar itu keras. Begitu produk masuk, langsung berhadapan dengan banyak pesaing dan karakter konsumen yang berbeda-beda,” ujarnya.
Ia menyebut, hanya 30 pelaku usaha yang diberi ruang dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari proses seleksi awal. Mereka diharapkan mampu memaksimalkan kesempatan langka ini untuk meningkatkan standar produknya.
Berbeda dari program sebelumnya, Pemkab Gorontalo juga menyiapkan skema lanjutan berupa jaminan akses pasar. Produk yang telah lolos kurasi akan difasilitasi masuk ke jaringan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret, meski dengan syarat kualitas yang ketat.
“Masuk ke retail modern itu bukan hal mudah. Tapi kalau sudah tembus, artinya produk itu sudah siap bersaing secara luas,” kata Sofyan.
Di sisi lain, persoalan klasik UMKM seperti keterbatasan modal juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah menggandeng perbankan untuk membuka akses pembiayaan, termasuk melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Tak berhenti di situ, strategi penguatan UMKM juga diarahkan pada pembangunan pusat oleh-oleh daerah yang saat ini tengah dikerjakan. Lokasi tersebut dipilih karena berada di jalur strategis penghubung bandara dan pusat kota, sehingga dinilai potensial menjadi etalase produk lokal.
“Konsepnya seperti pusat oleh-oleh di daerah wisata. Produk UMKM akan dipajang dan dipromosikan di satu titik yang mudah dijangkau,” jelasnya.
Program ini juga diperkuat dengan keterlibatan 12 hingga 16 OPD yang ditugaskan khusus mendampingi UMKM sepanjang 2026, dengan total dukungan anggaran mencapai Rp16 miliar.
Sofyan menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari target besar menjadikan UMKM Gorontalo benar-benar “naik kelas”, tidak sekadar bertahan, tetapi mampu menembus pasar yang lebih luas, termasuk momentum kegiatan nasional yang akan digelar di Limboto.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Zulfikar Usira, jajaran asisten Setda, pimpinan OPD terkait, serta Ketua Dekranasda Kabupaten Gorontalo Ny. Maryam Sofyan Puhi. (*)
![001 Kewirausahaan Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi saat membuka kegiatan Pelatihan Bisnis dan Kewirausahaan Serta Kurasi Produk IKM. [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/001-Kewirausahaan.jpg)
![002 Hardiknas Bupati Bone Bolango, Ismet Mile saat memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional, Selasa 2 Mei 2026 [foto:dok/kominfo]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/002-Hardiknas-200x112.jpg)
![001 Bonbol Bolmong Bupati Bone Bolango, Ismet Mile (ketiga dari kiri) saat foto bersama dengan Bupati Bolaang Mongondow, Yusra Alhabsyi (kedua dari kiri) usai menggelar pertemuan [foto:dok/ist]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/001-Bonbol-Bolmong-200x112.jpg)



![033 LKPJ Bupati Bone Bolango Ismet Mile saat memberikan sambutan pada rapat paripurna DPRD. [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/033-LKPJ-200x112.jpg)

