Masuk 100 Besar Literasi Nasional, Sampul Belakang Gelar Kolase Cerita Anak

Anak-anak dengan hasil karya seni kolase dalam kegiatan Komunitas Literasi Sampul Belakang, Sabtu, 18 Oktober 2025. [foto: fikarbuntuan/nusantara1]
Anak-anak dengan hasil karya seni kolase dalam kegiatan Komunitas Literasi Sampul Belakang, Sabtu, 18 Oktober 2025. [foto: fikarbuntuan/nusantara1]

NUSANTARA1.ID – Komunitas Literasi Sampul Belakang menjadi salah satu dari 100 komunitas literasi di Indonesia yang lolos seleksi ketat Badan Bahasa Kemendikbud Ristek Republik Indonesia dari ribuan pendaftar.

Sebagai penutup program nasional tersebut, Sampul Belakang bekerja sama dengan Penggerak Sekolah Kampung menggelar kegiatan bertema ‘Kolase Cerita Anak Sekolah Kampung’ di Desa Dutohe, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Sabtu, 18 Oktober 2025.

Kegiatan ini melibatkan puluhan anak-anak dari tingkat TK, SD, hingga SMP yang selama ini aktif mengikuti kegiatan Penggerak Sekolah Kampung.

Bacaan Lainnya

Koordinator Sampul Belakang, Sutiyan Hunawa, menjelaskan bahwa kegiatan dimulai dengan pemberian pemahaman sederhana tentang cara membuat karya seni kolase.

Setelah itu, anak-anak dibagi ke dalam kelompok kecil yang masing-masing didampingi relawan pendamping.

Sejumlah anak-anak saat proses pembuatan seni kolase. [foto: fikarbuntuan/nusantara1]
Sejumlah anak-anak saat proses pembuatan seni kolase. [foto: fikarbuntuan/nusantara1]
“Mereka membuat karya kolase dengan bahan-bahan bekas seperti potongan majalah, koran, buku, atau sampah kertas yang bisa ditempel di media baru. Hasilnya luar biasa, penuh makna, dan sangat kreatif,” ujar Sutiyan.

Setiap kelompok kemudian mempresentasikan hasil karyanya dan menjelaskan makna di balik gambar yang mereka buat.

Uniknya, tema-tema yang muncul dari tangan-tangan kecil itu sangat beragam, mulai dari pendidikan, sosial, hingga lingkungan.

Selain membuat kolase, panitia juga menggelar permainan sederhana untuk mencairkan suasana dan menumbuhkan semangat kolaborasi antara anak-anak dan para pendamping.

Kata Sutiyan, Program ini menjadi bagian dari komitmen Komunitas Literasi Sampul Belakang untuk menumbuhkan budaya literasi mulai dari anak-anak.

“Membaca, kreativitas, dan ekspresi anak-anak di daerah menjadi salah satu upaya Sampul Belakang menumbukan literasi,” pungkasnya.

Pos terkait