NUSANTARA1.ID – Direktorat Lalu Lintas Polda Gorontalo akan menggelar sidang di tempat selama Operasi Zebra Otanaha 2025.
Kebijakan ini diambil agar proses penyelesaian tilang menjadi lebih cepat dan tidak membebani masyarakat. Rencana tersebut disampaikan Dirlantas Polda Gorontalo, Kombes Pol Lukman Cahyono.
Menurutnya, mekanisme sidang langsung di lokasi penindakan dipersiapkan bersama pengadilan dan kejaksaan.
“Dan mungkin nanti akan kita laksanakan juga kegiatan sidang di tempat. Kita bekerja sama dengan pengadilan dan dari kejaksaan untuk kita adakan sidang di tempat,” jelas Lukman, usai gelar pasukan di Mapolda Gorontalo, Senin, 17 November 2025.
Ia menegaskan tujuan utama langkah ini adalah transparansi dan kemudahan bagi masyarakat. Banyak warga enggan menghadiri sidang atau memilih jalan pintas karena beranggapan prosesnya rumit.
“Sehingga masyarakat paham nih mekanisme ketika terkena tilang itu bagaimana ternyata prosesnya itu sangat mudah, murah, cepat. Sehingga tidak ada lagi masyarakat takut untuk menghadiri sidang ataupun nanti berusaha melakukan suap ke petugas,” katanya.
Dirlantas juga kembali mengingatkan bahwa selain proses yang mudah, nilai pembayaran denda dalam penindakan tilang tidak tinggi.
“Karena denda tilang itu sebenarnya sangat tidak seperti yang dibayangkan, mahal. Jadi murah, cepat, singkat,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, ia juga memaparkan sasaran operasi berdasarkan evaluasi tiga bulan terakhir.
Kata dia, Pelanggaran roda dua masih mendominasi, seperti tidak memakai helm SNI, melawan arus, berboncengan lebih dari satu orang, hingga pengendara di bawah umur hingga balap liar juga menjadi fokus penindakan.
Lukman menjelaskan bahwa operasi berlangsung selama 14 hari dan dilaksanakan dengan pola preemtif, preventif, dan represif. Kegiatan sosialisasi dilakukan ke sekolah, kampus, dan perusahaan. Sementara penempatan personel dilakukan di titik rawan pelanggaran serta kecelakaan.
Untuk memastikan petugas bekerja profesional, ia sudah memberikan arahan khusus sebelum operasi dimulai.
“Saya memberikan penegasan bahwa dalam pelaksanaan operasi Zebra ini harus dilaksanakan secara disiplin, secara prosedural, dan menghindari segala bentuk penyalahgunaan wewenang,” ujarnya.
Operasi Zebra Otanaha turut melibatkan TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan Jasa Raharja hingga pengadilan untuk sidang di tempat. (*)
![009 Dirlantas Dirlantas Polda Gorontalo, Kombes Pol Lukman Cahyono usai mengikuti apel pasukan Operasi Otanaha 2025, Senin 17 November 2025. [foto:fikar/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2025/11/009-Dirlantas.jpg)

![015 Genjot PAD Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menyerahkan bantuan dari Kementerian Sosial. [foto:dok/humas]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/015-Genjot-PAD-1-200x112.jpg)
![027 MTQ Bonbol Penyerahan hadiah oleh Sekda Bone Bolango, Iwan Mustapa kepada salah seorang peserta MTQ [foto:dok/kominfo]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/027-MTQ-Bonbol-200x112.jpg)

![Sofran Puhi Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/Sofran-Puhi-200x112.jpg)
![024 Tomohn Bupati Bone Bolango Ismet Mile dan Walikota Tomohon Caroll Joram Azarias Senduk saat menandatangani PKS [foto:dok/kominfo]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/024-Tomohn-200x112.jpg)

