NUSANTARA1.ID – Kepergian anggota Mapala Butaiyo Nusa, Muhamad Jeksen, masih meninggalkan duka mendalam.
Hampir dua pekan berlalu sejak ia meninggal pada Senin, 22 September 2025, doa dan solidaritas terus mengalir kepada almarhum.
Genap tujuh malam setelah Jeksen dimakamkan di kampung halamannya, Muna, Sulawesi Tenggara, Rabu 24 September 2025, Forum Pecinta Alam Gorontalo (FPAG) menggelar aksi damai untuk mengenangnya.
Aksi sekaligus gerakan solidaritas itu dilaksanakan di lapangan Taruna Remaja Kota Gorontalo, Rabu malam, 1 Oktober 2025.
Koordinator aksi, Ronal Tuliabu, menjelaskan kegiatan malam itu digelar semata-mata sebagai bentuk penghormatan dan solidaritas.
“Ini pada dasarnya mengenang hari ketujuh malam. Dia sudah jadi anggota Mapala Butaiyo Nusa dan malam hari ini itu pada malam ketujuh almarhum dimakamkan. Jadi tujuan kami pada malam hari ini semata-mata hanya membangun solidaritas antar sesama pecinta alam yang ada di Provinsi Gorontalo,” ungkap Ronal.
Ronal menyebut, aksi damai itu turut dihadiri sekitar 30-an organisasi, komunitas maupun kelompok pecinta alam.
“Ini gabungan. Untuk pecinta alam itu kurang lebih ada sekitar 30-an pecinta alam, termasuk dari KPA, Mapala, bahkan sampai Sispala hadir pada malam hari ini untuk membangun solidaritas pecinta alam di Gorontalo,” jelasnya.
Dalam aksi tersebut, para peserta membacakan puisi, menyampaikan orasi, memasang lilin, serta mengusung tagline Duka Muhammad Jackson, Duka Pecinta Alam Se-Provinsi Gorontalo.
Ronal mengaku insiden yang menimpa Jeksen menyisakan luka mendalam bagi seluruh organisasi pecinta alam yang tak pernah memikirkan hal ini akan terjadi.
Ia menegaskan, momentum duka ini harus menjadi pelajaran berharga untuk proses pengkaderan pecinta alam ke depan.
“Kalau untuk pengkaderan pecinta alam, kami berupaya akan membenahi diri tujuannya agar apa, supaya pecinta alam lebih fokusnya mendidik fisik, mengasah mental, dan lebih spesifik lagi terkait dengan hobi, lingkungan, dan menjaga kelestarian lingkungan yang ada di Gorontalo,” tambah Ronal.
Di sisi lain, meninggalnya Jeksen diduga terkait dengan serangkaian kegiatan pengkaderan atau pendidikan dasar (diksar) Mapala Butaiyo Nusa. Kasus ini masih menyisakan perhatian luas, khususnya di kalangan pencinta alam Gorontalo dan masih dalam penanganan pihak kepolisian. (*)
![024 Tomohn Bupati Bone Bolango Ismet Mile dan Walikota Tomohon Caroll Joram Azarias Senduk saat menandatangani PKS [foto:dok/kominfo]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/024-Tomohn-200x112.jpg)

![Darwin Romy Sjahrain Asisten II Setda Kabupaten Gorontalo, Darwin Romy Sjahrain. [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/Darwin-Romy-Sjahrain-200x112.jpg)
![Belajar Ilustrasi. Anak susah belajar, para orang tua wajib lakukan ini [foto:dok/bimba].](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/Belajar-200x112.jpg)
![023 MTQ Sekda Sekda Bone Bolango, Iwan MUstapa saat memberi sambutan pada pembukaan MTQ, Senin 20 April 2026 di Suwawa [foto:dok/kominfo]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/023-MTQ-Sekda-200x112.jpg)
![Sekolah Kondisi kelas di SDN 18 Telaga Biru dengan atap sudah bocor. [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/Sekolah-200x112.jpg)

