NUSANTARA1.ID — PT Jasa Raharja Gorontalo mencatat fakta mencemaskan, rata-rata setiap tiga hari, satu warga Gorontalo meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.
Selama periode Januari hingga Juni 2025, perusahaan BUMN di bidang asuransi sosial ini sudah menyalurkan santunan sebesar Rp 5,1 miliar kepada korban kecelakaan.
Santunan diberikan kepada 47 korban meninggal dunia dan 180 korban luka-luka. Hal ini disampaikan oleh Kepala Jasa Raharja Gorontalo, Eko Prasetyo, usai mengikuti rangkaian Operasi Patuh Otanaha 2025, yang juga dirangkai dengan sidang di tempat bersama Tim Samsat Provinsi Gorontalo, Jumat, 18 Juli 2025.
“Angka ini bukan sesuatu yang patut dibanggakan. Justru harus menjadi perhatian bersama, karena rata-rata setiap tiga hari ada warga Gorontalo yang meninggal dunia di jalan,” tegas Eko.
Dibanding periode yang sama, pada 2024 lalu, jumlah korban meninggal dunia memang mengalami penurunan, tetapi korban luka-luka meningkat.
Tahun lalu, Jasa Raharja menyalurkan santunan sebesar Rp 5,3 miliar kepada 56 korban meninggal dunia dan 158 korban luka-luka.
Eko menjelaskan, santunan untuk korban luka-luka dijamin hingga maksimal Rp 20 juta untuk biaya perawatan rumah sakit.
Sedangkan untuk korban meninggal dunia, ahli waris berhak menerima Rp 50 juta. Seluruh proses penyaluran santunan dilakukan secara digital dan terintegrasi dengan laporan kepolisian.
“Begitu laporan dari polisi masuk, sistem kami langsung membaca. Tim kami akan turun ke rumah sakit untuk korban luka atau ke rumah duka untuk korban meninggal, agar santunan bisa segera diterima keluarga,” jelasnya.
Yang lebih memprihatinkan, lanjut Eko, sekitar 37–40 persen korban kecelakaan di Gorontalo masih berusia muda, yakni pelajar dan mahasiswa.
“Kalau korbannya pelajar, maka masa depan bisa pupus. Kalau kepala keluarga, maka risiko ekonomi bagi keluarganya juga berat. Ini harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, Jasa Raharja terus berupaya memperkuat edukasi keselamatan berkendara melalui sekolah, kampus, dan masyarakat umum.
Edukasi juga difokuskan pada pentingnya membayar pajak kendaraan bermotor dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) sebagai bagian dari perlindungan.
Eko menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen bekerja sama dengan kepolisian dan pemerintah daerah melalui Kantor Bersama Samsat untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.
“Ini tugas bersama, kami upayakan agar angka ini bisa menurun,” pungkas Eko. (*)

![028 Otda Bupati Bone Bolango, Ismet Mile saat memimpin apel peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30, Senin 27 April 2026 [foto:dok/kominfo]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/028-Otda-200x112.jpg)

![015 Genjot PAD Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menyerahkan bantuan dari Kementerian Sosial. [foto:dok/humas]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/015-Genjot-PAD-1-200x112.jpg)
![027 MTQ Bonbol Penyerahan hadiah oleh Sekda Bone Bolango, Iwan Mustapa kepada salah seorang peserta MTQ [foto:dok/kominfo]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/027-MTQ-Bonbol-200x112.jpg)

![Sofran Puhi Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/Sofran-Puhi-200x112.jpg)

